Poin Penting
- BNI resmi mengangkat Febrio Nathan Kacaribu sebagai Komisaris Non Independen efektif 17 April 2026
- Pengangkatan tersebut sebelumnya telah disetujui dalam RUPSLB pada 15 Desember 2025 dan menjadi efektif setelah memperoleh persetujuan OJK
- Febrio saat ini menjabat Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, dengan latar belakang kuat di bidang ekonomi makro, moneter, dan kebijakan publik.
Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) secara resmi menetapkan pengangkatan Febrio Nathan Kacaribu sebagai Komisaris Non Independen Perseroan yang efektif sejak 17 April 2026.
Sebelumnya, pengangkatan Febrio telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BNI yang digelar pada 15 Desember 2025.
Berdasarkan pengumuman BNI lewat keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip 20 April 2026, Febrio efektif menjabat Komisaris Non Independen BNI setelah mengantongi persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Melalui Surat OJK No. SR-291/PB.13/2026 tertanggal 17 April 2026, OJK menyampaikan salinan Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK No. KEPR-48/D.03/2026 yang memberikan persetujuan atas pengangkatan Febrio.
Baca juga: BNI Pastikan Dana Nasabah Aman, Kasus Aek Nabara Ulah Oknum Tunggal
“Berkenaan dengan hal tersebut dan dengan memperhatikan peraturan OJK terkait, maka bersama ini kami laporkan tanggal efektif pengangkatan Bapak Febrio Nathan Kacaribu sebagai Komisaris Non Independen Perseroan pada tanggal 17 April 2026,” tulis manajemen BNI.
Profil Febrio Nathan Kacaribu
Melansir laman Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Febrio hingga saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan. Sebelumnya, pria asal Sidikalang, Sumatra Utara ini pernah menjabat sebagai Kepala Riset Ekonomi Makrro dan Keuangan LPEM pada 2025 dan Kelapa Badan Kebijakan Fiskal pada 2020.
Baca juga: BNI Tambah Fasilitas Kredit Rp10 T ke Pegadaian, Total Pembiayaan Capai Rp25,1 T
Pria yang memiliki bidang keahlian Ekonomi dan Proyeksi Bisnis, Model Ekonomi, Ekonomi Keuangan, Ekonomi Moneter, dan Analisis Kebijakan Publik ini, meraih gelar sarjana ekonomi dari Universitas Indonesia pada 2002.
Selain itu, Febrio juga menyandang gelar Master of International & Development Economics, dari Australian National University dan memperoleh gelar Ph.D dari University of Kansas. (*)








