Poin Penting:
- Rekrutmen Kopdes Merah Putih menekankan karakter entrepreneur, bukan sekadar kemampuan administratif.
- Jumlah pendaftar telah menembus lebih dari 220 ribu orang dalam waktu singkat.
- Pemerintah menargetkan 30 ribu koperasi desa selesai dibangun pada Juni 2026.
Jakarta – Program Koperasi Desa atau Kopdes Merah Putih kembali menjadi sorotan setelah pemerintah membuka rekrutmen besar-besaran untuk 30 ribu posisi manajer koperasi desa. Antusiasme publik terlihat tinggi, dengan jumlah pendaftar yang telah menembus ratusan ribu hanya dalam hitungan hari sejak pembukaan.
Wakil Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Tedi Bharata, menegaskan bahwa proses seleksi dalam program ini tidak sekadar mencari tenaga administratif. Pemerintah justru menargetkan sosok dengan karakter kewirausahaan yang kuat untuk mengelola koperasi desa secara berkelanjutan.
“Karakter yang kami inginkan adalah orang yang lincah, mengerti entrepreneurship, dan mampu berinteraksi dengan banyak pihak. Mereka harus punya jiwa bisnis karena akan banyak bertemu vendor, BUMN, dan pelaku usaha di desa,” ujar Tedi usai rapat koordinasi terbatas di Kemenko Pangan, Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Senin, 20 April 2026.
Baca juga: Soal Aturan Pembiayaan Kopdes Ditanggung APBN, Airlangga Bilang Begini
Ia juga memastikan bahwa skema penggajian akan mengikuti aturan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), meski hingga kini masih dalam tahap pembahasan. “Jangan khawatir, soal gaji sedang dibahas,” ucap dia.
Seleksi Ketat Manajer Kopdes Merah Putih
Tedi menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi faktor krusial dalam keberhasilan Kopdes Merah Putih. Menurutnya, program ini merupakan prioritas Presiden sehingga tidak boleh gagal hanya karena salah memilih pengelola.
Para manajer terpilih nantinya akan bekerja di bawah naungan BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara dengan kontrak selama dua tahun. Setelah masa tersebut, kinerja mereka akan dievaluasi untuk menentukan keberlanjutan penugasan.
Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026, bertepatan dengan target penyelesaian pembangunan koperasi desa secara nasional.
Lonjakan Pendaftar Kopdes Merah Putih Picu Kendala Teknis
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar program Kopdes Merah Putih telah mencapai 220.364 orang per 19 April 2026. Tingginya minat ini bahkan sempat menyebabkan gangguan pada sistem pendaftaran.
“Ini yang daftar banyak jadi kadang-kadang situsnya mengalami gangguan … Tapi saya nyatakan pendaftarannya terbuka, transparan, jujur, dan tidak ada yang menjamin bisa diterima,” kata Zulkifli.
Tak hanya itu, minat terhadap program lain seperti pengelola Kampung Nelayan Merah Putih juga cukup tinggi, dengan jumlah pendaftar mencapai 64.029 orang.
Namun, tingginya angka pendaftar ini juga memunculkan tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga kualitas seleksi agar tidak sekadar mengejar kuantitas.
Infrastruktur dan Regulasi Kopdes Merah Putih Dikebut
Dari sisi pembangunan fisik, pemerintah mencatat 35.408 titik lahan telah memenuhi standar luas minimal 1.000 meter persegi. Selain itu, 25.625 titik masih dalam tahap pembangunan, sementara 5.714 koperasi desa telah rampung.
Meski demikian, persoalan lahan di wilayah perkotaan menjadi kendala tersendiri. “Lahan lainnya terus kami data. Nanti akan disesuaikan pada periode berikutnya, karena di kota-kota tanahnya mahal dan kepemilikan beragam,” ujar Zulkifli.
Pemerintah juga mengeklaim telah merampungkan sejumlah regulasi pendukung, termasuk Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15 Tahun 2026 yang mengatur mekanisme pendanaan pembangunan koperasi desa.
Baca juga: Mensos Ajak Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih, Ini Tujuannya
Saat ini, pemerintah masih menunggu aturan teknis terkait audit nilai bangunan agar proses pembayaran dapat dilakukan melalui bank-bank anggota Himbara. Selain itu, penyusunan Instruksi Presiden dan Keputusan Presiden terkait operasional serta pengadaan SDM masih berjalan.
Target ambisius pun dipatok: sebanyak 30 ribu koperasi desa harus selesai dibangun pada Juni 2026. Dengan tingginya minat masyarakat dan target pembangunan yang agresif, program Kopdes Merah Putih menghadapi tantangan besar dalam menjaga kualitas implementasi. Tanpa seleksi SDM yang tepat dan kesiapan infrastruktur yang matang, ambisi besar ini berisiko tidak berjalan optimal di lapangan. (*)
Editor: Yulian Saputra








