Poin Penting
- Inflasi medis meningkat dan membebani masyarakat, namun inovasi teknologi kesehatan serta produk asuransi menjadi kunci untuk menjaga akses layanan tetap terjangkau
- Teknologi medis seperti FFR, IVUS, dan OCT meningkatkan akurasi diagnosis dan efektivitas perawatan, mengurangi prosedur yang tidak perlu, serta menekan risiko komplikasi
- Asuransi kesehatan semakin krusial sebagai perlindungan finansial, memungkinkan masyarakat mengakses perawatan modern dan menjaga kualitas hidup di tengah kenaikan biaya medis.
Jakarta – Inflasi medis terus menjadi sorotan masyarakat. Beban kenaikan biaya kesehatan ini menimbulkan kekhawatiran. Perkembangan teknologi dan Inovasi medis serta produk asuransi menjadi kunci penting mengimbangi kenaikan biaya kesehatan.
Di balik kenaikan biaya medis, inovasi dan teknologi menjadi faktor utama meningkatkan kualitas layanan kesehatan, hingga pada akhirnya berpeluang memperpanjang harapan hidup pasien.
Inovasi dan teknologi kesehatan memang membutuhkan investasi besar, yang pada akhirnya terefleksi pada kenaikan biaya perawatan. Tapi di sisi lain, inovasi itu membawa dampak positif. Perawatan menjadi lebih efektif, akurat, dan personal. Deteksi penyakit bisa dilakukan lebih dini, sehingga pengobatan menjadi lebih tepat sasaran. Proses pemulihan pasien pun bisa lebih cepat dengan risiko komplikasi lebih rendah.
Ambil contoh dalam penanganan penyakit jantung misalnya. Dulu, pemeriksaan penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia dan dunia ini menggunakan bantuan sinar X (angiografi). Teknologi ini hanya menghasilkan gambar hitam putih dua dimensi. Sekarang, para dokter spesialis jantung dan pembuluh darah bekerja dengan dukungan teknologi yang jauh lebih maju.
Salah satunya adalah Fractional Flow Reserve (FFR) untuk mengukur apakah sumbatan di pembuluh darah menghambat aliran daerah. Kadang, sumbatan terlihat parah di layar, tapi sebenarnya aliran darah tetap lancar, sehingga pasien tidak membutuhkan pemasangan stent atau ring jantung.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Kardiologi Intervensi RS Pondok Indah (RSPI) Pondok Indah Wishnu Aditya Widodo mengatakan, FFR menghindarkan pasien dari prosedur yang tidak perlu.
“Hasil pemeriksaan lebih akurat dan presisi sehingga penanganan diberikan sesuai kondisi pasien. Pasien tidak memerlukan pemasangan stent/ring jantung yang berlebihan,” terangnya dikutip 20 April 2026.
Baca juga: Inflasi Medis Meningkat, Risiko Kenaikan Premi Asuransi jadi Sorotan
Lalu, ada pula teknologi Intravascular Ultrasound (IVUS) & Optical Coherence Tomography (OCT). Jika FFR membantu memutuskan perlu tidaknya pemasangan stent, maka IVUS dan OCT memastikan stent terpasang dengan sempurna.
“Ketepatan ini secara drastis menurunkan risiko penyumbatan ulang di masa depan. Ini adalah kunci agar pasien tidak perlu kembali ke ruang operasi karena komplikasi di tahun-tahun mendatang,” lanjut Wishnu.
Sementara dari sisi lain, proteksi asuransi yang memadai semakin penting di tengah meningkatnya inflasi medis. Asuransi menjadi solusi membantu masyarakat agar tetap bisa mengakses layanan medis terbaik dengan dukungan teknologi terbaru.
“Tanpa perlindungan yang memadai, biaya pengobatan dengan teknologi mutakhir berisiko menjadi tidak terjangkau. Oleh karena itu, perencanaan keuangan melalui asuransi kesehatan bukan hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk menjaga kualitas hidup,” jelas Kathryn Parapak, Chief Marketing Officer AIA.
Para pemegang polis juga didorong untuk memastikan proteksi yang dimiliki termasuk akses ke pengobatan terkini. Ambil contoh produk asuransi tambahan Premier Hospital and Surgical Extra (PHSE) atau Premier Hospital and Surgical Plus (PHS Plus) besutan AIA. Produk ini dirancang untuk memberikan kenyamanan dan perlindungan optimal bagi nasabah.
Baca juga: Strategi Investasi Asuransi Digital Bersama di Tengah Volatilitas Pasar Modal 2026
PHSE atau PHS plus memberikan proteksi hingga penyakit yang serius, memungkinkan nasabah mendapatkan akses ke perawatan medis modern, termasuk teknologi dan inovasi kesehatan, di dalam maupun luar negeri sesuai ketentuan polis.
“Tidak hanya membantu mengelola dampak inflasi medis, asuransi kesehatan juga memastikan nasabah dapat fokus pada proses pemulihan dan kualitas hidup tanpa rasa khawatir berlebihan terhadap biaya pengobatan,” tutup Kathryn. (*) Ari Astriawan








