Poin Penting
- Xi menegaskan Trump sepakat membangun hubungan China-AS yang stabil dan strategis.
- Xi menyebut kebangkitan China dan Amerika dapat berjalan beriringan tanpa harus saling melemahkan.
- Dialog mendalam Xi-Trump menegaskan bahwa China-AS harus menjadi mitra, bukan rival, demi stabilitas global.
Jakarta – Presiden Xi Jinping menegaskan bahwa Presiden Donald Trump sepakat membangun hubungan China-Amerika Serikat yang stabil, strategis, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut disampaikan Xi dalam jamuan makan malam kenegaraan di Great Hall of the People, Kamis malam.
Pertemuan kedua pemimpin itu berlangsung setelah rangkaian agenda sejak pagi, mulai dari upacara kenegaraan hingga dialog bilateral selama lebih dari dua jam. Xi menyebut kesepakatan dengan Trump menjadi sinyal positif bagi arah hubungan China-AS ke depan.
Menurut Xi, stabilitas hubungan kedua negara sangat menentukan arah geopolitik global. Karena itu, ia menekankan pentingnya mengelola dinamika strategis agar tidak menimbulkan ketegangan baru.
Baca juga: Trump Klaim China Ingin Terus Beli Minyak dari Iran
Komitmen Xi-Trump Perkuat Stabilitas Hubungan China-AS
Xi mengungkapkan bahwa Trump sepakat membangun hubungan China-AS yang konstruktif dan memiliki stabilitas strategis. “Presiden Trump dan saya juga sepakat untuk membangun hubungan China-AS yang konstruktif dan memiliki stabilitas strategis, mendorong perkembangan hubungan China-AS yang stabil, sehat, dan berkelanjutan, serta membawa lebih banyak perdamaian, kemakmuran, dan kemajuan bagi dunia,” ujar Xi, dikutip Antara.
Xi turut menyinggung perjalanan panjang modernisasi China, termasuk dimulainya Rencana Lima Tahun ke-15 yang menandai tahap baru pembangunan nasional. Ia juga menyebut momentum 250 tahun kemerdekaan United States sebagai fase kebangkitan baru bagi bangsa Amerika.
Menurutnya, kebangkitan kedua negara tidak harus berbenturan. Xi menegaskan bahwa “perwujudan kebangkitan besar bangsa China dan upaya menjadikan Amerika kembali besar dapat berjalan beriringan.”
Sejarah Diplomasi dan Harapan Kedua Negara
Xi mengingatkan kembali sejarah penting hubungan China-AS, termasuk momen kunjungan Henry Kissinger pada era Presiden Richard Nixon yang membuka jalan “diplomasi pingpong”. Ia menyebut pembukaan itu sebagai “tonggak penting dalam sejarah hubungan internasional kontemporer”.
Dalam situasi geopolitik saat ini, Xi menegaskan bahwa kedua negara telah menjaga komunikasi melalui beberapa pertemuan dan percakapan telepon. “Kami sama-sama berpandangan bahwa hubungan China-AS merupakan hubungan bilateral paling penting di dunia saat ini… Kedua negara seharusnya menjadi mitra, bukan rival,” kata Xi.
Ia juga menekankan bahwa hubungan stabil China–AS sangat memengaruhi kesejahteraan lebih dari 1,7 miliar rakyat kedua negara dan berdampak pada lebih dari 8 miliar penduduk dunia.
Trump Harap Hubungan China-AS Lebih Kuat
Trump berharap hubungan antara AS dan China akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya setelah pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing.
Trump menggambarkan pemerintahannya sebagai pihak yang berhasil memulihkan kekuatan ekonomi dan militer AS selama 16 bulan yang spektakuler dalam masa jabatannya.
Dia pun mengutip kinerja pasar saham yang mencetak rekor, angka ketenagakerjaan kuat, meningkatnya investasi asing, serta keberhasilan militer di luar negeri sebagai bukti bangkitnya kembali kekuatan Amerika Serikat.
“Faktanya, Presiden Xi memberi selamat kepada saya atas begitu banyak keberhasilan luar biasa dalam waktu yang sangat singkat. Dua tahun lalu, kami memang merupakan negara yang sedang mengalami kemunduran. Dalam hal itu, saya sepenuhnya setuju dengan Presiden Xi; tetapi sekarang, Amerika Serikat adalah negara terhebat di dunia,” ucap Trump.
Trump juga menyoroti hubungan Washington dan Beijing yang membaik setelah pertemuannya dengan Xi.
“Mudah-mudahan hubungan kami dengan China akan menjadi lebih kuat dan lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.
Baca juga: AS dan China Kompak Tolak Pungutan Tol di Selat Hormuz
Delegasi Kedua Negara dan Jamuan Hidangan Istimewa
Pertemuan tersebut dihadiri pejabat tinggi serta para pemimpin perusahaan besar dari kedua negara. Dari AS, hadir para CEO perusahaan terkemuka seperti Tim Cook, Jensen Huang, Elon Musk, Jane Fraser, hingga Larry Fink.
Dari China, hadir perwakilan perusahaan besar seperti Air China, Lenovo Group, ICBC, Xiaomi Technology, hingga COMAC.
Jamuan makan malam menyajikan hidangan khas, mulai dari ayam arak Hua Diao, bebek panggang Beijing, hingga kerapu tutul kukus dan puding almond sebagai penutup.
Xi kembali menekankan pentingnya menjaga stabilitas hubungan China-AS agar “kapal besar hubungan bilateral terus bergerak di jalur yang benar.” (*)


