Poin Penting
- WHOME menggunakan konsep modular precast untuk mempercepat pembangunan rumah.
- Struktur rumah dapat dirampungkan sekitar dua hari, sementara rumah lengkap sekitar 10 hari.
- WHOME dirancang sebagai rumah tahan gempa dan dikembangkan melalui kolaborasi dengan BRIN.
Jakarta – WIKA Beton, anak usaha dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, menghadirkan inovasi karya anak negeri dalam Danantara Housing Expo 2026 guna mendukung realisasi program 3 juta rumah bagi masyarakat Indonesia.
Inovasi bangunan ini dirancang dengan fitur memiliki ketahanan menghadapi gempa, ramah lingkungan serta bisa menjadi rumah tumbuh.
Director of Engineering and Production WIKA Beton, Verly Widiantoro menjelaskan inovasi yang digunakan untuk mendukung program 3 juta rumah ini dinamakan WHOME. Inovasi ini merupakan pengembangan riset kolaboratif yang dilakukan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
“Kami memberikan dukungan agar program 3 juta rumah ini bisa terwujud. Dengan membangun secara masif, maka salah satu tantangannya adalah kecepatan. Inovasi WHOME ini mencoba menjawabnya,” kata Verly, dalam keterangannya, dikutip Minggu, 30 Agustus 2026.
Baca juga: WIKA Beton Bukukan Laba Rp4,74 Miliar di Semester I 2026
WIKA Beton merupakan salah satu BUMN yang meramaikan gelaran Danantara Housing Expo yang digelar di NICE PIK 2 Jakarta.
Sebagai anak usaha dari PT WIKA, Verly mengatakan, pihaknya sangat memahami bagaimana menjawab berbagai tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan realisasi 3 juta rumah.
Struktur Rumah Rampung Sekitar 2 Hari
Menurutnya, salah satu keunggulan WHOME terletak pada proses pembangunannya yang menggunakan konsep modular precast. Komponen rumah diproduksi terlebih dahulu di pabrik, kemudian dikirim ke lokasi dan dirakit seperti menyusun lego.
Dengan metode tersebut, WIKA Beton telah melakukan dua kali uji lapangan dan dapat menyelesaikan struktur rumah dalam waktu sekitar 2 hari, sedangkan keseluruhan rumah hingga all furnished dapat diselesaikan sekitar 10 hari.
Selain kecepatan, WHOME juga dirancang memiliki ketahanan terhadap gempa. Pengembangan fitur tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan BRIN sehingga melibatkan riset dan tenaga ahli eksternal.
Mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI), tingkat keamanan struktur WHOME telah teruji sebagai rumah tahan gempa yang memenuhi standar Kategori Desain Seismik (KDS) D dari Kementerian Pekerjaan Umum, Bandung.
Skema Pembiayaan
Sementara itu, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan tantangan pemenuhan hunian tidak hanya soal menyediakan pasokan rumah, tetapi juga menghadirkan akses yang lebih mudah dan skema pembiayaan yang ramah bagi masyarakat, khususnya pembeli rumah pertama.
Baca juga: RUPST Semen Baturaja Sepakat Tebar Dividen Rp34,38 Miliar
Guna menyederhanakan proses kepemilikan rumah, Danantara menyinergikan ekosistem BUMN properti, Himbara, dan pengembang swasta dengan menghadirkan kemudahan seperti DP mulai 1 persen hingga tenor panjang.
“Melalui pameran ini, kami berupaya menghadirkan pasokan terbaik dengan harga terjangkau, skema pembiayaan yang kompetitif, dan yang paling penting adalah akses yang lebih mudah bagi masyarakat untuk mewujudkan rumah impiannya,” kata Rosan. (*)
Editor: Yulian Saputra


