Poin Penting
- Vietnam dan Filipina resmi naik kelas menjadi negara berpendapatan menengah atas dalam klasifikasi terbaru Bank Dunia.
- Indonesia tetap berada di kelompok negara berpendapatan menengah atas bersama Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.
- Klasifikasi Bank Dunia menjadi acuan penting bagi akses pinjaman lunak, bantuan pembangunan, dan penilaian investor.
Jakarta – Vietnam dan Filipina resmi naik status menjadi negara berpendapatan menengah atas berdasarkan pembaruan klasifikasi Bank Dunia. Ketetapan tersebut mulai berlaku pada 1 Juli 2026.
Keduanya kini sejajar dengan Indonesia dalam kelompok negara berpendapatan menengah atas di kawasan ASEAN.
Pembaruan itu didasarkan pada kenaikan Pendapatan Nasional Bruto (Gross National Income/GNI) per kapita yang melampaui ambang batas Bank Dunia untuk Tahun Fiskal 2027 (FY2027).
Status tersebut juga menjadi indikator penting bagi investor dan lembaga internasional dalam menilai perkembangan ekonomi suatu negara.
Di kawasan ASEAN, Indonesia tetap mempertahankan status sebagai negara berpendapatan menengah atas.
Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina juga berada dalam kelompok yang sama.
Baca juga: Perusahaan Otomotif Jepang Pindah dari Jatim ke Vietnam, Ribuan Buruh Terancam PHK
Vietnam Didukung Ekspor, Filipina Tumbuh Merata
Bank Dunia mencatat Vietnam memiliki GNI per kapita sebesar US$4.970 pada 2025. Sementara itu, Filipina membukukan GNI per kapita sebesar US$4.850.
Menurut Bank Dunia, kenaikan status Vietnam ditopang model pertumbuhan berbasis ekspor. Nilai ekspor negara tersebut meningkat lebih dari 15 persen pada 2024 dan 2025.
Produk domestik bruto (PDB) Vietnam juga tumbuh sekitar 7 persen pada 2024. Pertumbuhan itu meningkat menjadi sekitar 8 persen pada 2025.
Dalam periode 2021-2025, GNI Vietnam tumbuh rata-rata 10 persen per tahun.
Bank Dunia menyebut capaian tersebut sebagai salah satu pertumbuhan ekonomi berkelanjutan terkuat di kawasan Asia.
Sementara itu, Filipina naik kelas berkat pertumbuhan yang terjadi di berbagai sektor industri.
Perbaikan ekonomi tidak hanya berasal dari satu sektor, tetapi mencerminkan perubahan yang lebih luas.
“Model pertumbuhan berbasis ekspor Vietnam dan ekspansi berbasis luas Filipina yang mencerminkan peningkatan di semua industri utama, bukan hanya peningkatan di satu sektor, tetapi pergeseran ekonomi secara keseluruhan,” jelas Bank Dunia.
Indonesia Tetap Masuk Kelompok Menengah Atas
Dengan pembaruan klasifikasi tersebut, Indonesia tetap berada dalam kelompok negara berpendapatan menengah atas bersama Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.
Sementara itu, Singapura dan Brunei Darussalam masih masuk kategori negara berpendapatan tinggi.
Adapun Kamboja, Laos, Myanmar, dan Timor-Leste masih tergolong sebagai negara berpendapatan menengah bawah.
Selain Vietnam dan Filipina, Bank Dunia juga menaikkan status Yordania, Federasi Mikronesia, dan Sri Lanka menjadi negara berpendapatan menengah atas.
Baca juga: Daya Saing Indonesia Merosot Tajam di Pasar Global, Kalah Jauh dari Vietnam dan Malaysia
Klasifikasi Bank Dunia Jadi Acuan Global
Bank Dunia menegaskan bahwa pembaruan klasifikasi pendapatan bukan sekadar perubahan status ekonomi.
Klasifikasi tersebut menjadi acuan berbagai lembaga internasional dalam menentukan akses terhadap pinjaman lunak dan bantuan pembangunan.
“Pembaruan ini penting karena klasifikasi tersebut memberikan informasi tentang negara mana yang dapat mengakses pinjaman lunak dan bantuan pembangunan, serta membantu pemerintah, peneliti, dan berbagai organisasi internasional untuk melacak kemajuan ekonomi di seluruh dunia,” tulis Bank Dunia.
Naiknya status Vietnam dan Filipina juga dinilai berpotensi meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi kedua negara.
Sementara itu, Indonesia tetap mempertahankan posisinya sebagai negara berpendapatan menengah atas dalam klasifikasi terbaru Bank Dunia. (*)
Editor: Galih Pratama


