Poin Penting:
- Pemerintah akan membangun Sekolah Nasional Terintegrasi di 500 kabupaten/kota hingga 2029 atas arahan Presiden Prabowo.
- Hanya 263 dari 7.288 kecamatan memiliki SMP dan SMA dengan mutu pendidikan yang baik.
- SNT dirancang memperluas akses pendidikan sekaligus mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh.
Jakarta – Pemerintah akan membangun 500 Sekolah Nasional Terintegrasi di sejumlah kabupaten dan kota atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini disiapkan untuk mempercepat pemerataan mutu pendidikan hingga 2029.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan melaksanakan pembangunan secara bertahap. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berkualitas.
Langkah itu diambil setelah pemerintah memetakan kondisi pendidikan nasional. Hasilnya menunjukkan kesenjangan mutu sekolah masih menjadi tantangan besar.
Baca juga: Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah Digencarkan, Ini Alasannya
Mengatasi Kesenjangan Mutu dengan Membangun Sekolah
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan program yang mengikuti arahan Presiden Prabowo. Pemerintah menargetkan 500 layanan SNT hadir secara bertahap hingga 2029.
“SNT juga diselenggarakan mengikuti arahan Bapak Presiden yang sangat jelas, yang di dalamnya pemerintah menyiapkan 500 layanan SNT secara bertahap sampai dengan tahun 2029,” kata Mu’ti dalam Taklimat Media Program Sekolah Nasional Terintegrasi di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, dikutip Antara, Senin (20/7/2026).
Program tersebut didasarkan pada hasil evaluasi mutu pendidikan nasional. Pemerintah melihat pemerataan layanan pendidikan masih belum tercapai.
Mu’ti mengungkapkan, berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) per 30 Juni 2025 dan Rapor Pendidikan 2025, hanya 263 dari 7.288 kecamatan memiliki SMP dan SMA dengan capaian baik. Jumlah itu baru sekitar 4 persen.
Sekolah tersebut berstatus akreditasi A. Nilai literasi dan numerasinya juga berada di atas skor 75.
Kesenjangan Mutu Pendidikan Jadi Alasan
Mu’ti menegaskan data itu bukan untuk menyalahkan sekolah maupun pemerintah daerah. Data tersebut menjadi dasar penyusunan Sekolah Nasional Terintegrasi agar kesempatan memperoleh pendidikan bermutu lebih merata.
“Data tersebut bukan untuk memberi label negatif kepada sekolah, guru, atau daerah. Data tersebut merupakan pengingat bahwa kesempatan anak untuk memperoleh pendidikan bermutu masih belum sama,” ujarnya.
Pemerintah ingin memperkecil kesenjangan antarwilayah. Akses pendidikan berkualitas menjadi prioritas utama.
Baca juga: Prabowo Mau Bahasa Prancis Masuk Sekolah, DPR: Pastikan Manfaatnya bagi Siswa
SNT Tak Hanya Bangun Sekolah Baru
Kemendikdasmen menegaskan Sekolah Nasional Terintegrasi bukan sekadar proyek pembangunan sekolah. Program ini dirancang mendekatkan layanan pendidikan bermutu kepada peserta didik di berbagai daerah.
SNT juga diarahkan mengembangkan minat, bakat, karakter, dan talenta siswa. Pendekatan tersebut diharapkan mendorong perkembangan peserta didik secara menyeluruh.
“SNT bukan sekadar pembangunan sekolah baru. SNT merupakan ikhtiar negara untuk mendekatkan layanan pendidikan bermutu kepada anak-anak di daerah, sekaligus mengembangkan potensi, minat, bakat, karakter, dan talenta anak secara optimal,” kata Mu’ti.
Melalui pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi, pemerintah berharap kesenjangan mutu pendidikan dapat terus diperkecil. Program ini menjadi tindak lanjut arahan Presiden Prabowo untuk memperluas akses pendidikan berkualitas di seluruh Indonesia. (*)


