Poin Penting
- Utang luar negeri (ULN) perbankan nasional kuartal I 2026 naik tipis menjadi USD31,72 miliar dari sebelumnya USD31,45 miliar
- ULN terbesar berasal dari bank swasta nasional USD20,70 miliar, diikuti bank BUMN USD5,74 miliar
- Total ULN swasta tercatat USD191,4 miliar atau turun 1,8 persen secara tahunan.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) perbankan nasional pada kuartal I 2026 sebesar USD31,72 miliar, naik tipis dibandingkan bulan sebelumnya yang senilai USD31,45 miliar.
Berdasarkan data buku Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) edisi Mei 2026, posisi ULN swasta menurut kelompok peminjam khususnya perbankan, bila dilihat berdasarkan kepemilikannya, mayoritas seluruh bank mengalami peningkatan kecuali bank swasta asing.
Rinciannya, ULN bank terbesar berasal dari bank swasta nasional senilai USD20,70 miliar, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang senilai USD20,63 miliar.
Baca juga: Utang Luar Negeri RI Tembus Rp7.657,49 Triliun di Kuartal I 2026
Kemudian, bank pelat merah (BUMN) mencatat ULN sebesar USD5,74, naik dibandingkan Februari 2026 yang sebesar USD5,50 miliar. Bank swasta campuran mencatat USD4,86 miliar, meningkat tipis dari USD4,87 miliar pada bulan Juni 2025.
Sementara itu, bank swasta asing memiliki ULN USD415 juta, mengalami penurunan dari bulan sebelumnya yang sebesar USD428 juta.
Secara keseluruhan, posisi ULN swasta pada kuartal I 2026 tercatat sebesar USD191,4 miliar, menurun dibandingkan dengan posisi pada kuartal IV 2025 sebesar USD194,2 miliar, atau secara tahunan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,8 persen (yoy).
Baca juga: OJK: Likuiditas Valas Perbankan Memadai untuk Kebutuhan Utang Luar Negeri Korporasi
Penurunan posisi ULN terjadi pada kelompok peminjam lembaga keuangan (financial corporations) dan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations), yang secara tahunan masing-masing tercatat kontraksi sebesar 3,6 persen (yoy) dan 1,3 persen (yoy).
Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian, dengan pangsa mencapai 80,4 persen dari total ULN swasta.
ULN swasta tetap didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,6 persen terhadap total ULN swasta. (*)
Editor: Galih Pratama


