Poin Penting
- Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut AI berpotensi meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan inovasi bank sentral serta sektor keuangan.
- BI mengimplementasikan AI secara bertahap dengan memperkuat kualitas data, tata kelola, SDM, dan inovasi.
- Bank sentral EMEAP sepakat memperkuat tata kelola AI, ketahanan siber, dan kolaborasi menghadapi risiko teknologi serta penipuan digital.
Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) berpotensi meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan inovasi dalam pelaksanaan tugas bank sentral maupun sektor keuangan dalam jangka menengah dan panjang.
Perry mengatakan, implementasi AI di BI dilakukan secara bertahap melalui penguatan kualitas data dan metadata, tata kelola, kapabilitas sumber daya manusia, serta pengembangan berbagai inovasi. Langkah tersebut tetap dilakukan dengan menjaga kedaulatan data dan infrastruktur strategis.
“Keberhasilan adopsi AI tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada sinergi antara manusia, proses, dan tata kelola yang baik,” ujar Perry dalam keterangannya, dikutip Sabtu, 25 Juli 2026.
Baca juga: Airlangga Teken Pendirian WAICO, Indonesia Siap Perkuat Tata Kelola AI Global
Bank Sentral Asia Pasifik Perkuat Tata Kelola AI
Sejalan dengan hal tersebut, para Gubernur Bank Sentral kawasan Asia Pasifik yang tergabung dalam Executive Meeting of East Asia-Pacific Central Banks (EMEAP) sepakat memperkuat tata kelola adopsi AI di bank sentral.
Kesepakatan tersebut mengemuka dalam rangkaian 31st EMEAP Governors’ Meeting yang berlangsung di Singapura pada 23–24 Juli 2026. Pertemuan itu dihadiri para Gubernur Bank Sentral Australia, Hong Kong SAR, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, dan Thailand, serta Deputi Gubernur Bank Sentral Tiongkok dan Hong Kong SAR.
Forum tersebut membahas peluang pemanfaatan AI untuk meningkatkan kinerja bank sentral sekaligus potensi risikonya terhadap perekonomian dan stabilitas sistem keuangan.
Baca juga: Perkuat Transformasi Digital, OJK Terus Kembangkan Tata Kelola AI Perbankan\
Karena itu, para Gubernur menegaskan pentingnya kesigapan bank sentral dalam merespons dinamika global melalui bauran kebijakan yang adaptif. Adopsi AI juga harus dilakukan secara bertanggung jawab melalui penguatan tata kelola, pengawasan, dan mitigasi risiko.
Antisipasi Risiko Ketergantungan Teknologi
Selain itu, para Gubernur juga menyoroti bahwa adopsi AI di bank sentral dan sektor keuangan perlu diimbangi dengan penguatan tata kelola dan kerangka pengawasan.
Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi meningkatnya risiko akibat ketergantungan pada penyedia teknologi AI dan komputasi awan (cloud), serta keterkaitan risiko antar lembaga keuangan dan lintas negara.
Sejalan dengan itu, para Gubernur Bank Sentral EMEAP juga sepakat memperkuat kolaborasi regional untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengembangan tata kelola AI, peningkatan ketahanan siber, serta penanganan penipuan digital (digital fraud and scams) yang semakin bersifat lintas negara. (*)
Editor: Yulian Saputra


