Poin Penting
- IHSG sesi I, Jumat (14/8), menguat 0,56 persen ke level 6.337,19 usai pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto
- Nilai transaksi mencapai Rp6,48 triliun dengan 17,90 miliar saham diperdagangkan. Sebanyak 292 saham menguat dan 297 saham melemah
- Mayoritas sektor menguat, dipimpin bahan baku (+2,48%), infrastruktur (+1,45%), dan siklikal (+1,17%), sementara kesehatan dan keuangan masing-masing melemah 0,34% dan 0,06%.
Jakarta – Usai pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di DPR, Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (14/8) berhasil ditutup berbalik menguat pada posisi 6.337,19 atau naik 0,56 persen dari level 6.301,76.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 17,90 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,04 juta kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp6,48 triliun.
Dari sisi pergerakan saham, tercatat 297 saham terkoreksi, 292 saham menguat dan 196 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: Asing Net Sell Rp1,41 Triliun, Ini 5 Saham Paling Banyak Dilego
Lebih lanjut, mayoritas sektor juga bergerak menguat, dengan sektor bahan baku naik 2,48 persen, sektor infrastruktur meningkat 1,45 persen, sektor siklikal menguat 1,17 persen, sektor non-siklikal naik 1,00 persen dan sektor energi meningkat 0,85 persen.
Selanjutnya, sektor industrial menguat 0,79 persen, sektor transportasi naik 0,58 persen, sektor properti meningkat 0,12 persen, dan sektor teknologi menguat 0,01 persen.
Sementara itu, terdapat dua sektor yang masih melemah, yakni sektor kesehatan merosot 0,34 persen dan sektor keuangan turun 0,06 persen.
Baca juga: DIM Masih Koordinasi dengan OJK dan BEI Terkait Porsi Saham Demutualisasi
Dari indeks global, tercatat indeks-indeks bursa Asia bergerak variatif, dengan KOSPI Korea tercatat mengalami penguatan 1,77 persen dan Nikkei 225 Index Tokyo meningkat 0,33 persen.
Lalu, Shanghai Composite Index Shanghai melemah 0,43 persen dan Hang Seng Index merosot 1,05 persen. (*)
Editor: Galih Pratama


