Poin Penting
- Asing mencatat net sell Rp1,41 triliun, sehingga akumulasi ytd mencapai Rp71,83 triliun
- Aksi jual asing banyak menyasar saham terafiliasi Barito Group, terutama TPIA, PTRO, BRPT, dan DSSA
- IHSG turun 1,13 persen ke 6.301,76, tertekan sentimen MSCI dan aksi profit taking.
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat net sell senilai Rp1,41 triliun pada perdagangan pasar saham, Kamis, 13 Agustus 2026.
Outflow asing tersebut mencerminkan respons investor terhadap hasil Review Index MSCI yang menghapus saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dari indeks MSCI Global Standard.
Meski demikian, pasar modal Indonesia masih bertahan dalam kategori emerging market.
Tekanan jual asing pada perdagangan kali ini mayoritas terjadi pada sejumlah emiten yang terafiliasi dengan Barito Group.
Kondisi tersebut turut mendorong akumulasi net foreign sell secara year-to-date (ytd) menjadi Rp71,83 triliun.
Baca Juga: Saham GOTO Didepak MSCI, Begini Respons Danantara
Berdasarkan data Phillip Sekuritas Indonesia, terdapat lima saham yang paling banyak dijual investor asing pada perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026, antara lain:
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Rp183,86 miliar
- PT Petrosea Tbk (PTRO): Rp117,25 miliar
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Rp116,72 miliar
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): Rp112,41 miliar
- PT Astra International Tbk (ASII): Rp94,29 miliar.
Aksi jual investor tersebut sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada perdagangan kemarin (13/8) ditutup ke posisi 6.301,76 atau turun sebanyak 1,13 persen dari level 6.373,84.
Pelemahan indeks antara lain disebabkan oleh dikeluarkannya beberapa saham dari rebalancing indeks MSCI Agustus 2026, menjelang pidato kenegaraan Presiden Prabowo mengenai RAPBN 2027, serta aksi profit taking.
Baca juga: MSCI Hapus Saham RI, Bagaimana Nasib Rupiah dan Aliran Modal Asing?
Sementara berdasarkan statistik RTI Business, pada perdagangan kemarin juga tercatat sebanyak 452 saham terkoreksi, 175 saham menguat, dan 164 saham tetap tidak berubah.
Selanjutnya ada 28,40 miliar saham diperdagangkan dengan 1,92 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp13,62 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama


