Poin Penting
- Danantara merespons keluarnya GOTO dari MSCI Global Standard Indexes dengan menyerahkan keputusan portofolio kepada masing-masing asset manager
- Danantara memastikan investasi di pasar modal tetap berjalan, dengan keputusan jual-beli saham menjadi kewenangan tim asset manager
- MSCI mengeluarkan GOTO dan CPIN dari Global Standard Indexes, namun status Indonesia sebagai emerging market tetap dipertahankan. Perubahan berlaku efektif 1 September 2026.
Jakarta – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) merespons terdepaknya PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dari MSCI Global Standard Indexes.
Diketahui, Danantara telah membeli saham GOTO melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan porsi kurang dari 1 persen dari total saham tercatat.
Managing Director Finance Danantara Investment Management (DIM), Djamal Attamimi, menyebut terkait portofolio investasi berada dalam kewenangan oleh tim asset manager. Sehingga, dirinya tak dapat memberi komentar lebih lanjut.
Baca juga: Bukan Fundamental, Ini Penyebab GOTO dan CPIN Dihapus dari Indeks MSCI
“Kalau itu (GOTO) saya nggak bisa komen karena itu merupakan portofolio investasi yang ada di tim publik kita. Jadi mungkin harus dijawab oleh managing director yang bersangkutan,” ucap Djamal kepada media di Jakarta, 13 Agustus 2026.
Di sisi lain, Djamal menambahkan bahwa, Danantara saat ini masih aktif melakukan investasi di pasar modal sesuai dengan keputusan investasi masing-masing asset manager.
“Tapi investasi kita di pasar modal ini sejauh ini masih melalui para asset manager yang ada. Jadi mereka yang akan melakukan keputusan jual-beli untuk portfolio masing-masing,” imbuhnya.
Baca juga: MSCI Hapus Saham RI, Bagaimana Nasib Rupiah dan Aliran Modal Asing?
Diketahui, hasil MSCI August 2026 Index Review, telah menetapkan untuk mengeluarkan saham GOTO dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dari MSCI Global Standard Indexes.
Meski demikian, MSCI tetap mempertahankan status pasar saham Indonesia sebagai emerging market.
Di mana, keputusan tersebut akan dilakukan pada penutupan perdagangan 31 Agustus 2026 dan mulai berlaku efektif pada tanggal 1 September 2026. (*)
Editor: Galih Pratama


