Poin Penting
- BEI mengimbau investor tidak panik menyusul mundurnya Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur BI.
- BEI menilai investor ritel kini semakin matang dalam menghadapi dinamika pasar.
- IHSG melemah 0,17 persen pada 27 Juli dan kembali turun 0,89 persen pada perdagangan 28 Juli 2026.
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimbau investor untuk tidak panik menyusul mundurnya Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI).
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan, mundurnya Perry menjadi salah satu dinamika yang memengaruhi pasar modal nasional. Selain itu, pasar juga masih menghadapi ketidakpastian geopolitik dan pengumuman hasil peninjauan indeks oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
“Jangan panik lah. Ini mungkin yang sebelum-sebelumnya lebih parah kan daripada ini kan. Jadi saya yakin investor-investor retail kita sudah jauh lebih baik lah,” kata Irvan saat ditemui sejumlah wartawan di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.
Baca juga: Airlangga Respons Perry Warjiyo Mundur dari BI: Yang Penting kan Institusinya
Irvan mengatakan, BEI telah melakukan pertemuan dengan berbagai pihak, termasuk investor dari Singapura dan Hong Kong. Menurutnya, kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia masih terjaga.
“Jadi ya tetap percaya bahwa market kita ini masih salah satu market yang terbaik yang ada di regional kita dan insyaallah kita akan rebound dan akan terus maju di tahun-tahun mendatang,” imbuhnya.
Ia menilai investor ritel Indonesia kini semakin matang dalam menghadapi berbagai dinamika pasar. Hal tersebut tercermin dari pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dinilai masih terbatas di tengah sentimen yang berkembang.
“Jadi saya yakin investor-investor retail kita sudah jauh lebih baik lah, yang panik jual juga ada yang beli juga kan. Walaupun mungkin agak turun tapi saya yakin sih,” ujar Irvan.
IHSG Kembali Ditutup Melemah
Adapun, IHSG pada Senin (27/7) terpantau hanya ditutup melemah 0,17 persen, meski begitu nilai transaksi saham hanya tercatat Rp12,18 triliun.
Sementara itu, pada perdagangan hari ini (28/7) IHSG masih ditutup turun ke posisi 6.130,58 atau mengalami pelemahan sebanyak 0,89 persen dari level 6.185,78.
Baca juga: IHSG Ditutup Turun 0,89 Persen, Hanya Sektor Non-Siklikal yang Menguat Berkat UNVR
Selain itu, ada sebanyak 25,45 miliar saham diperdagangkan hari ini, dengan 1,67 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp10,92 triliun. (*)
Editor: Yulian Saputra


