Poin Penting
- Pembiayaan hijau BCA mencapai Rp123 triliun pada semester I 2026 atau tumbuh 19 persen secara tahunan.
- Pembiayaan energi baru terbarukan melonjak 82 persen menjadi Rp7,7 triliun.
- Kredit kendaraan bermotor listrik tumbuh 25 persen menjadi Rp4 triliun.
Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat penyaluran pembiayaan hijau (green financing) mencapai Rp123 triliun pada semester I 2026. Nilai tersebut tumbuh 19 persen secara tahunan (year on year/yoy).
“Kredit hijau (green financing) BCA tumbuh 19 persen yoy mencapai Rp123 triliun,” ujar Presiden Direktur BCA Hendra Lembong dalam konferensi pers kinerja BCA semester I 2026, Selasa, 28 Juli 2026.
Hendra menjelaskan, pertumbuhan pembiayaan hijau tersebut antara lain ditopang oleh penyaluran pembiayaan berkelanjutan ke sektor energi baru terbarukan (EBT). Pembiayaan di sektor tersebut tumbuh 82 persen secara tahunan menjadi Rp7,7 triliun.
Selain itu, penyaluran kredit kendaraan bermotor listrik meningkat 25 persen secara tahunan menjadi Rp4 triliun.
Baca juga: BCA Kantongi Laba Rp29,5 Triliun di Semester I 2026, Kredit Lampaui Rp1.000 Triliun
Secara keseluruhan, BCA menyalurkan kredit sebesar Rp1.036 triliun atau tumbuh 8 persen yoy hingga semester I 2026.
Kredit tersebut ditopang oleh pembiayaan produktif senilai Rp802 triliun, meningkat 11 persen yoy.
Baca juga: Begini Respons BCA usai Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI
Penyaluran kredit produktif mencakup pembiayaan korporasi yang tumbuh 13,6 persen yoy mencapai Rp513,4 triliun, serta kredit komersial dan UKM yang tumbuh 6,6 persen yoy mencapai Rp288,5 triliun.
“BCA dan entitas anak menjaga penyaluran kredit secara prudent ke berbagai sektor sejalan dengan komitmen perusahaan mendukung perekonomian nasional,” ungkap Hendra. (*)
Editor: Yulian Saputra


