Poin Penting
- BCA memastikan tidak akan merevisi Rancangan Bisnis Bank (RBB) pada semester II 2026.
- Target pertumbuhan kredit tetap dipertahankan di kisaran 8–10 persen pada 2026.
- Hingga semester I 2026, kredit BCA tumbuh 8 persen menjadi Rp1.036 triliun.
Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memastikan tidak akan merevisi Rancangan Bisnis Bank (RBB) pada semester II 2026. Perseroan juga tetap mempertahankan target pertumbuhan kredit tahun ini di kisaran 8–10 persen.
Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim mengatakan, target pertumbuhan kredit tersebut masih sesuai dengan proyeksi yang telah ditetapkan dalam RBB 2026.
“Tidak ada (revisi RBB), kita tetap mempertahankan target daripada pertumbuhan kredit di RBB itu di kisaran 8 sampai 10 persen,” kata Vera dalam konferensi pers kinerja BCA semester I 2026, Selasa, 28 Juli 2026.
Sebagai informasi, BCA berhasil mencetak laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp29,5 triliun hingga semester I 2026.
Perolehan laba tersebut ditopang oleh penyaluran kredit yang tumbuh 8 persen secara tahunan (year on year/yoy) atau Rp1.036 triliun.
Baca juga: BCA Kantongi Laba Rp29,5 Triliun di Semester I 2026, Kredit Lampaui Rp1.000 Triliun
Penyaluran kredit BCA ditopang oleh kredit produktif yang mencapai Rp802 triliun atau tumbuh 11 persen secara tahunan.
Kredit produktif tersebut terdiri atas pembiayaan korporasi yang meningkat 13,6 persen secara tahunan menjadi Rp513,4 triliun serta kredit komersial dan usaha kecil dan menengah (UKM) yang tumbuh 6,6 persen menjadi Rp288,5 triliun.
OJK Prediksi Sejumlah Bank Sesuaikan Asumsi RBB
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan sejumlah bank akan menyesuaikan beberapa asumsi dasar dalam RBB sebagai respons terhadap perkembangan ekonomi dan dinamika lingkungan usaha.
Meski demikian, OJK menilai sebagian besar bank masih berada pada jalur kinerja (trajectory) yang sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, OJK tengah melakukan asesmen komprehensif dengan membandingkan realisasi kinerja industri perbankan sepanjang semester I 2026 dengan target yang tercantum dalam RBB.
Baca juga: OJK Ungkap Sejumlah Bank Bakal Revisi Asumsi Dasar RBB, Ini Pemicunya
Asesmen tersebut juga mempertimbangkan upaya menjaga stabilitas sektor keuangan, proyeksi ekonomi makro, seperti pertumbuhan ekonomi, BI rate, dan inflasi, serta kemampuan bank menjaga tingkat risiko, likuiditas dan permodalan.
“OJK memperkirakan bahwa sebagian besar bank masih dalam trajectory yang wajar dengan penyesuaian atas beberapa basis asumsi terkini. Meskipun demikian, sejumlah bank diperkirakan akan melakukan penyesuaian terhadap beberapa asumsi dasar sebagai respons atas perkembangan kondisi ekonomi dan dinamika lingkungan usaha terkini,” ujar Dian, Senin, 27 Juli 2026. (*)
Editor: Yulian Saputra


