Poin Penting
- Trimegah Sekuritas masih berdiskusi dengan sejumlah calon emiten terkait rencana penawaran umum perdana saham atau IPO.
- Kondisi pasar yang masih menantang menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan waktu pelaksanaan IPO.
- Hingga Juli 2026, Trimegah telah membawa dua perusahaan mencatatkan saham di BEI, yakni JECX dan RANS.
Jakarta – PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) menyatakan masih berdiskusi dengan sejumlah calon perusahaan tercatat terkait rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Meski demikian, Direktur TRIM, Anung Rony Hascaryo, belum menyampaikan lebih rinci terkait jumlah calon perusahaan yang akan tercatat di Bursa tersebut.
Di samping itu, terkait dengan masih sepinya perusahaan yang IPO tahun ini, Anung menyebut hal itu lebih disebabkan karena kondisi pasar yang masih mengalami ketidakpastian.
“Kalau saya lihat memang kondisi marketnya aja sih memang challenging ya, saya bilang gitu kan, terutama mungkin di saham gitu ya, jadi itu pasti pengaruh lah kondisi market,” ujar Anung kepada media di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.
Baca juga: Trimegah Sekuritas Luncurkan Pembaruan Aplikasi Trima+, Ini Kelebihannya
Anung menegaskan, untuk saat ini dalam pipeline saham Trimegah belum ada perusahaan yang menunda, tetapi diskusi terus berjalan untuk menentukan waktu yang tepat untuk melangsungkan IPO.
“Tapi bahwa mereka apakah menunda itu so far belum gitu maksudnya, tapi masih melihat kondisi market-nya. Lebih ke timing-nya saja sih sebenarnya, jadi bisa jadi masih akan jalan di tahun ini,” imbuhnya.
Trimegah Bawa 2 Emiten ke Bursa
Adapun, TRIM sendiri hingga Juli 2026 telah membawa dua perusahaan yang baru saja mencatatkan sahamnya di BEI dan mengalami oversubscribe saat pelaksanaan IPO.
Kedua saham itu adalah PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) dan PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS).
Baca juga: RANS Entertainment Milik Raffi-Nagita Gelar IPO, Segini Harga Saham yang Ditawarkan
Sementara itu, berdasarkan data BEI hingga 17 Juli 2026, terdapat empat perusahaan dalam pipeline pencatatan saham.
Dua perusahaan berasal dari sektor kesehatan. Adapun dua perusahaan lainnya berasal dari sektor bahan baku dan konsumer non-siklikal.
Dari sisi aset, dua calon emiten masuk dalam kategori perusahaan berskala kecil dengan aset di bawah Rp50 miliar. Sementara itu, dua perusahaan lainnya tergolong berskala besar dengan aset di atas Rp250 miliar. (*)
Editor: Yulian Saputra


