Poin Penting
- UNTR mempertimbangkan aksi buyback saham, dengan keputusan bergantung pada hasil RUPS dan kondisi keuangan perusahaan
- Buyback juga dikaji untuk mendukung porsi free float, meski saat ini sudah mencapai 30,05% dan dinilai masih cukup besar
- UNTR menegaskan belum memiliki rencana stock split, di tengah kinerja saham yang masih menguat secara year-to-date.
Jakarta – PT United Tractors Tbk (UNTR) menyebut akan mempertimbangkan untuk melakukan aksi korporasi pembelian kembali saham atau buyback.
Sekretaris Perusahaan UNTR, Ari Setiawan, mengatakan bahwa, pertimbangan aksi buyback saham akan bergantung pada kondisi keuangan perseroan.
“Jadi kita akan kaji hasil RUPS yang sedang berjalan untuk ke depan dan kita lihat, kaji apakah sekiranya kita masih kondisinya secara finansial itu cukup baik, kita mungkin akan pertimbangkan untuk lanjutkan,” ucap Ari kepada media di Jakarta, 16 April 2026.
Baca juga: Sempat Disetop, UNTR Pastikan Tambang Martabe Kembali Beroperasi di Mei 2026
Ari menambahkan, pertimbangan untuk melakukan aksi buyback saham juga dilakukan untuk menambah porsi saham free float perseroan. Meski begitu, porsi saham free float UNTR saat ini telah mencapai 30,05 persen.
“Iya (free float), tentunya juga kita akan pertimbangkan ya, sejauh ini free float di market masih cukup besar,” imbuhnya.
Rencana Stock Split
Sementara terkait dengan rencana stock split harga saham, Ari menegaskan UNTR belum memiliki rencana aksi tersebut.
“(Kalau untuk rencana stock split ada nggak Pak?) Saat ini belum ada,” ujar Ari.
Adapun, harga saham UNTR saat ini telah menyentuh Rp31.475 per saham. Lembar saham yang beredar telah mencapai 3,73 miliar, dengan kapitalisasi pasar senilai Rp117,40 triliun.
Sejak awal tahun (ytd) harga saham UNTR masih mengalami pergerakan yang positif, naik 6,69 persen dari harga saham Rp29.500 per saham dan sempat menyentuh level tertingginya di Rp31.975 per saham. (*)
Editor: Galih Pratama







