Poin Penting
- Prabowo menegaskan pejabat dan intelektual yang tidak patriotik diminta mundur dari pemerintahan.
- Intelektual didorong menjadi “Profesor Merah Putih” yang berpihak pada rakyat dan menolak korupsi.
- Pemerintah mempersilakan pihak skeptis terhadap kondisi Indonesia untuk keluar jika tidak sejalan dengan visi nasional.
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan tegas kepada para pejabat dan kalangan intelektual yang dinilai tidak memiliki jiwa patriotisme. Dalam pernyataannya, Prabowo menekankan bahwa mereka yang tidak berpihak pada kepentingan bangsa sebaiknya mengundurkan diri dari lingkar kekuasaan.
Dalam sambutannya saat peletakan batu pertama (groundbreaking) 13 proyek hilirisasi di Cilacap, Jawa Tengah, Prabowo menyampaikan sikap tanpa kompromi terhadap pihak-pihak yang dianggap tidak loyal kepada negara. Ia menegaskan bahwa keberpihakan kepada rakyat adalah syarat utama bagi siapa pun yang ingin berada dalam pemerintahannya.
“Pilih, bela rakyatmu atau pilih mengabdi ke yang lain. Saya tidak akan toleransi mereka-mereka yang tidak patriotik. Sepintar apa pun kau, kalau kau tidak bela bangsamu sendiri, tidak ada tempat di sekitar saya, carilah orang lain,” kata Presiden seperti dikutip dari Antara.
Baca juga: May Day 2026 di Monas, Prabowo Disebut akan Sampaikan Kado untuk Buruh
Ultimatum Prabowo: Loyalitas Harga Mati
Ultimatum Prabowo tidak hanya ditujukan kepada pejabat, tetapi juga kepada ilmuwan dan teknokrat. Ia menilai bahwa kecerdasan dan keahlian seharusnya digunakan untuk memperkuat bangsa, bukan justru menguntungkan pihak luar.
Prabowo mengingatkan bahwa praktik memanfaatkan kemampuan intelektual untuk kepentingan asing dapat merugikan Indonesia secara ekonomi dan strategis. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki sikap anti terhadap negara lain, tetapi menolak jika kekayaan nasional terus mengalir keluar negeri.
“Jangan kepandaian itu kau pakai untuk memperkaya bangsa lain. Kita tidak benci bangsa lain, kita tidak mau rakyat kita miskin terus karena uang kita diambil ke luar negeri. Kalau saudara mau, silahkan. Jangan ikut pemerintah yang saya pimpin,” ujar Prabowo.
Peran Intelektual dan Seruan “Profesor Merah Putih”
Dalam bagian lain, Prabowo mendorong para intelektual untuk mengambil peran sebagai “Profesor Merah Putih”. Istilah ini merujuk pada sosok akademisi yang berdiri di garis depan dalam membela kepentingan rakyat dan negara.
Ia juga mengingatkan agar kecerdasan tidak disalahgunakan untuk melindungi praktik korupsi atau penyelewengan keuangan negara. Menurutnya, integritas moral harus berjalan seiring dengan kapasitas intelektual.
Pesan ini mempertegas arah kebijakan pemerintah yang ingin memastikan bahwa seluruh elemen, termasuk kalangan akademik, memiliki visi yang sejalan dalam membangun kedaulatan nasional.
Baca juga: Prabowo Instruksikan Investigasi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Respons terhadap Sikap Skeptis dan Wacana “Kabur”
Menanggapi pihak-pihak yang bersikap pesimistis terhadap kondisi Indonesia, Prabowo memberikan respons yang cukup keras. Ia mempersilakan mereka yang tidak percaya pada masa depan bangsa untuk meninggalkan Indonesia.
“Ada yang mau kabur. Kabur aja. Kau kabur aja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman, silakan. Mau kabur ke mana? Hei orang-orang pintar bukalah berita, lihatlah, kita ditempatkan sebagai negara yang paling aman di dunia, sekarang,” katanya. Pernyataan tersebut menunjukkan keyakinan pemerintah terhadap stabilitas nasional. (*)
Editor: Yulian Saputra




