Poin Penting
- Uang beredar M2 Mei 2026 tumbuh 10,8 persen yoy menjadi Rp10.415,9 triliun, lebih tinggi dari April (9,2 persen yoy)
- Kenaikan didorong M1 (15,3 persen yoy) dan uang kuasi (6,0 persen yoy) yang sama-sama meningkat
- Pertumbuhan ditopang kredit (10,8 persen yoy) dan aktiva luar negeri bersih (5,2% yoy).
Jakarta – Bank Indonesia (BI) likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh lebih tinggi. Pada Mei 2026, posisi M2 tercatat sebesar Rp10.415,9 triliun, atau tumbuh sebesar 10,8 persen (yea on year/yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada April 2026 sebesar 9,2 persen (yoy).
Hasil analisis perkembangan uang beredar (M2) yang diterbitkan BI menyebutkan, berdasarkan komponennya, peningkatan M2 didukung oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) dan uang kuasi.
Secara rinci, M1 dengan pangsa 57,8 persen dari M2 pada Mei 2026 tercatat Rp6.025,0 triliun atau tumbuh sebesar 15,3 persen (yoy).
Baca juga: BI Hadirkan Model Baru Pembinaan UMKM, Ini Fokusnya!
Perkembangan M1 dipengaruhi oleh pertumbuhan giro rupiah sebesar 23,9 persen (yoy), meningkat dibandingkan bulan April 2026 yang tumbuh sebesar 21,3 persen (yoy).
Demikian juga uang kartal di luar bank umum dan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan tabungan rupiah ditarik sewaktu-waktu yang masing-masing tumbuh sebesar 16,6 persen (yoy) dan 8,3 persen (yoy). Ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya masing- masing sebesar 15,7 persen (yoy) dan 7,1 persen (yoy).
Selanjutnya, uang kuasi dengan pangsa 41,5 persen dari M2 pada Mei 2026 tercatat tumbuh sebesar 6,0 persen (yoy) menjadi Rp4.319,3 triliun, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 4,8 persen (yoy).
Perkembangan tersebut disebabkan oleh pertumbuhan giro valas sebesar 10,5 persen (yoy) dan tabungan lainnya sebesar 22,2 persen (yoy). Ini juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada April 2026 masing-masing sebesar 0,6 persen (yoy) dan 17,7 persen (yoy).
Sementara itu, simpanan berjangka tumbuh sebesar 3,3 persen (yoy), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 4,6 persen (yoy).
Baca juga: BI Tegaskan Transaksi Pariwisata di Indonesia Wajib Gunakan Rupiah
Adapun perkembangan M2 pada Mei 2026 terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih. Penyaluran kredit pada Mei 2026 tercatat sebesar Rp8.759,0 triliun atau tumbuh 10,8 persen (yoy). Sedangkan pada bulan sebelumnya tumbuh 9,4 persen (yoy).
Sementara itu, aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 5,2 persen (yoy), meningkat dibanding bulan sebelum nya yang tumbuh sebesar 3,7 persen (yoy). (*)
Editor: Galih Pratama


