Tumbuh 5,9% Perbankan Sudah Salurkan Kredit Rp5.741 Triliun

Tumbuh 5,9% Perbankan Sudah Salurkan Kredit Rp5.741 Triliun

Melalui PLPS 3/2020 LPS Resmi Bisa Tempatkan Dana di Bank Perbankan
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat kredit yang disalurkan oleh perbankan pada Februari 2022 terus menunjukan tren positif. Penyaluran kredit pada Februari 2022 tercatat sebesar Rp5.741,5 triliun, tumbuh 5,9% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya (5,4%, yoy). Akselerasi pertumbuhan kredit terjadi pada korporasi dan perorangan. Kredit kepada korporasi meningkat dari 5,4% pada Januari 2022 menjadi 5,9% (yoy) pada bulan laporan. Sementara itu, kredit kepada perorangan tumbuh meningkat dari 6,9% (yoy) pada Januari 2022 menjadi 7,3% (yoy) pada bulan laporan.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono menjelaskan, berdasarkan jenis penggunaan, peningkatan penyaluran kredit pada Februari 2022 terutama terjadi pada Kredit Investasi (KI) dan Kredit Konsumsi (KK), sementara Kredit Modal Kerja (KMK) sedikit melambat. Untuk KI terakselerasi dari 3,2% (yoy) pada Januari 2022 menjadi 4,9% (yoy) pada Februari 2022, terutama di sektor Industri Pengolahan, serta sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan.

KI sektor Industri Pengolahan pada Februari 2022 tercatat tumbuh 3,4% (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya (1,2%, yoy), terutama pada KI Industri Minyak Goreng dari Kelapa Sawit Mentah di Sumatera Utara dan Riau. Sementara itu, KI sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan tumbuh meningkat, dari 3,5% (yoy) menjadi 4,7% (yoy) pada Februari 2022, terutama pada Pertanian Hortikultura Sayuran di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pertumbuhan KK terakselerasi dari 4,8% (yoy) pada Januari 2022 menjadi 5,0% (yoy), didorong oleh penyaluran kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Di sisi lain, Kredit Modal Kerja (KMK) tumbuh sebesar 7,1% (yoy) pada Februari 2022, sedikit melambat dari bulan sebelumnya (7,2%, yoy). Perlambatan terjadi pada penyaluran KMK di sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan serta sektor Industri Pengolahan. KMK sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan tumbuh sebesar 14,7% (yoy), melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 15,5% (yoy), terutama kredit yang disalurkan untuk sub sektor Perkebunan Kelapa Sawit di Kalimantan Timur.

“Sementara itu, KMK sektor Industri Pengolahan pada bulan Februari 2022 tumbuh sebesar 9,7% (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya (10,2%, yoy) seiring perlambatan kredit pada subsektor Industri Kimia Dasar di DKI Jakarta,” ujarnya seperti dikutip dalam Uang Beredar di Jakarta, Kamis, 24 Maret 2022.

Selanjutnya, kata dia, untuk penyaluran kredit sektor Properti pada Februari 2022 tumbuh 5,9% (yoy), lebih tinggi dibandingkan Januari 2022 (5,4%, yoy), baik pada KPR/KPA, kredit konstruksi, maupun kredit Real Estate. Kredit KPR/KPA tumbuh meningkat, dari 10,0% (yoy) menjadi 10,2% (yoy) pada bulan laporan, terutama kredit untuk Pemilikan Rumah Tinggal Tipe di atas 70 di DKI Jakarta dan Banten. Kredit Konstruksi mengalami peningkatan, dari 0,6% (yoy) menjadi 1,2% (yoy) pada Februari 2022, terutama pada Konstruksi sub sektor Konstruksi Gedung Perkantoran di DKI Jakarta.

“Demikian pula kredit Real Estate tumbuh positif 3,1% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 1,9% (yoy), seiring peningkatan penyaluran kredit Real Estate perumahan flat/apartemen di DKI Jakarta dan Jawa Timur,” ucapnya.

Kemudian untuk penyaluran kredit kepada UMKM pada Februari 2022 tumbuh 14,4% (yoy), meningkat dari bulan sebelumnya (13,3%, yoy), terutama pada kredit skala mikro dan kecil. Kredit UMKM skala mikro tumbuh 82,9% (yoy) pada Februari 2022, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 73,2% (yoy). Demikian pula kredit UMKM skala kecil tercatat tumbuh 27,2% (yoy), meningkat dibandingkan 26,3% (yoy) pada bulan Januari 2022. Di sisi lain, Kredit usaha menengah mengalami kontraksi yang lebih dalam, dari -25,2% (yoy) pada bulan Januari 2022 menjadi -26,6% (yoy) pada bulan laporan.

“Berdasarkan jenis penggunaan, peningkatan kredit UMKM didorong oleh Kredit Investasi,” tutup Erwin. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]