Poin Penting
- Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran setelah ada dorongan penyelesaian damai.
- Sentimen geopolitik yang mereda diperkirakan mendukung penguatan rupiah terhadap dolar AS.
- Rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp17.950-Rp18.100 per dolar AS.
Jakarta – Rupiah diperkirakan menguat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran. Sentimen pasar membaik karena harapan perdamaian di Timur Tengah kembali terbuka.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pembatalan serangan mengurangi tekanan global. Kondisi ini berpotensi mendorong penguatan rupiah terhadap dolar AS.
Ia menyebut harapan damai muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pembatalan serangan. Pernyataan itu disampaikan pada Minggu pagi, 2 Agustus 2026.
Baca juga: Bos BI Sebut Prospek Ekonomi Dunia Tetap Lemah di 2026 Akibat Perang AS-Iran
Trump Batal Serang Iran, Pasar Menangkap Sinyal Damai
Lukman mengatakan keputusan Trump menjadi sentimen positif bagi mata uang negara berkembang. Investor melihat risiko geopolitik di Timur Tengah mulai mereda.
Mengutip Anadolu, Trump membatalkan serangan setelah permintaan Iran dan negara tetangga. Mereka meminta waktu menyelesaikan kerangka kesepakatan damai kawasan.
Melalui Truth Social, Trump mengeklaim seluruh pihak menyepakati batas-batas kesepakatan potensial. Kesepakatan itu mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh.
Ia juga menyebut ancaman nuklir Iran akan diakhiri dalam kerangka tersebut. Namun, realisasi kesepakatan tetap bergantung pada tercapainya persetujuan segera.
Baca juga:
Di pihak lain, Menteri Pertahanan sementara Iran, Brigadir Jenderal Majid Ebn-e-Reza, menyatakan negaranya menganggap setiap ancaman dari pihak musuh sebagai ancaman yang nyata dan layak mendapat perhatian serius.
“Pernyataan musuh baru-baru ini, meskipun disampaikan dalam kerangka operasi psikologis dan perang kognitif, tetap kami pandang sebagai ancaman yang nyata dan kredibel,” tulisnya di akun media sosial, Minggu.
Rupiah Diperkirakan Menguat Terbatas
Meski sentimen eksternal membaik, penguatan rupiah diperkirakan tidak terlalu besar. Investor masih menunggu data ekonomi domestik yang dirilis siang ini.
Lukman memperkirakan neraca perdagangan kembali defisit sebesar 0,79 miliar dolar AS. Inflasi bulanan diperkirakan naik 0,1 persen secara bulanan.
Sementara itu, inflasi tahunan diperkirakan turun menjadi 3,2 persen. Kombinasi data ini membuat pelaku pasar tetap berhati-hati.
Baca juga: Perang AS-Iran Bisa Berbulan-bulan karena Selat Hormuz, Ini Dampaknya ke Pasar
Trump Redakan Risiko Global, Rupiah Bergerak di Kisaran Ini
Dengan mempertimbangkan faktor eksternal dan domestik, rupiah diperkirakan bergerak terbatas. Kurs diproyeksikan berada di rentang Rp17.950 hingga Rp18.100 per dolar AS.
Pembatalan serangan oleh Trump memberi ruang penguatan bagi rupiah. Namun, pasar masih menunggu kepastian damai Timur Tengah dan data ekonomi Indonesia.
Keputusan Trump membatalkan serangan menjadi katalis positif bagi pasar keuangan. Arah rupiah selanjutnya tetap ditentukan perkembangan damai Timur Tengah dan data ekonomi domestik. (*)
Editor: Yulian Saputra


