Poin Penting
- Pembiayaan kendaraan multifinance turun 1,44 persen pada Mei 2026 akibat perlambatan ekonomi dan dampak PHK.
- OJK menilai prospek industri multifinance tetap positif seiring potensi pemulihan ekonomi pada semester II.
- Penjualan mobil diproyeksikan meningkat dengan target wholesales nasional mencapai 850.000 unit pada 2026.
Jakarta – Pembiayaan kendaraan bermotor oleh perusahaan multifinance masih mengalami kontraksi pada Mei 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, perlambatan tersebut dipengaruhi dinamika ekonomi termasuk dampak pemutusan hubungan kerja (PHK), yang memengaruhi permintaan pembiayaan kendaraan.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, mengatakan total pembiayaan kendaraan pada Mei 2026 tercatat sebesar Rp402,49 triliun, atau turun 1,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca juga: Penjualan Mobil Tumbuh 55 Persen, Pembiayaan Multifinance Tembus Rp290,97 Triliun
Sementara itu, pembiayaan mobil baru maupun bekas terkontraksi lebih dalam, yakni 3,61 persen secara tahunan menjadi Rp232,74 triliun.
“Dinamika perekonomian, termasuk dampak PHK, dapat memengaruhi kinerja industri pembiayaan kendaraan,” kata Agusman, dalam keterangannya, dikutip, Senin, 3 Agustus 2026.
Prospek Tumbuh pada 2026
Meski pembiayaan kendaraan masih tertekan, OJK menilai prospek industri multifinance hingga akhir 2026 tetap menjanjikan.
Menurut Agusman, permintaan masyarakat terhadap pembiayaan kendaraan masih memiliki peluang tumbuh, terutama apabila kondisi ekonomi membaik pada paruh kedua tahun ini.
Untuk menjaga pertumbuhan industri tetap sehat, OJK terus mendorong perusahaan pembiayaan memperkuat kualitas penyaluran kredit sekaligus menerapkan prinsip kehati-hatian dalam proses pembiayaan.
Baca juga: OJK Sebut Masih Ada Ruang Penyaluran Pembiayaan Rp21 Triliun hingga Akhir 2026
“Perusahaan pembiayaan terus didorong untuk memperkuat kualitas penyaluran dan penerapan prinsip kehati-hatian guna menjaga kinerja industri tetap sehat dan berkelanjutan,” tandasnya.
Target 850.000 Unit
Di sisi lain, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menargetkan penjualan mobil secara wholesales mencapai 850.000 unit sepanjang 2026, meningkat sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Hingga semester I 2026, penjualan kendaraan telah mencapai sekitar 436.000 unit, atau tumbuh 15,9 persen secara tahunan. Kinerja tersebut ditopang meningkatnya minat terhadap kendaraan listrik (electric vehicle/EV) serta penyelenggaraan pameran otomotif GIIAS 2026 yang menjadi katalis penjualan.
OJK berharap perbaikan permintaan kendaraan tersebut dapat menjadi salah satu pendorong pemulihan kinerja industri multifinance pada sisa tahun ini. (*)
Editor: Yulian Saputra


