Poin Penting
- IHSG menguat 1,82 persen menjadi 6.636,47 sepanjang 31 Agustus–4 September 2026.
- BBRI, BBCA, dan BMRI menjadi tiga saham bank jumbo dengan kontribusi terbesar terhadap IHSG.
- BBRI memberikan kontribusi terbesar, yakni 29,19 poin terhadap penguatan IHSG.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang perdagangan 31 Agustus-4 September 2026 ditutup naik sebanyak 1,82 persen, sehingga ditutup di level 6.636,47 dari posisi 6.518,12 pada pekan sebelumnya.
Selain itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) juga turut meningkat 1,47 persen menjadi Rp11.599 triliun dari Rp11.431 triliun pada pekan sebelumnya.
Baca juga: IHSG Sepekan Menguat Hampir 2 Persen, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp11.599 Triliun
Dengan pergerakan tersebut, BEI telah merangkum lima saham yang menjadi top leaders atau saham yang mendorong penguatan IHSG di pekan ini, antara lain:
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memberikan 29,19 poin ke IHSG, dengan peningkatan harga saham 6,27 persen
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyumbang 19,85 poin ke IHSG, dengan kenaikan harga saham 3,47 persen
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memberikan 13,88 poin ke IHSG, dengan peningkatan harga saham 4,00 persen
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyumbang kenaikan IHSG 7,35 poin, dengan harga saham yang menguat 10,53 persen
- PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO) memberikan 7,00 poin ke IHSG, dengan peningkatan harga saham 84,67 persen.
Lebih lanjut, rata-rata volume transaksi harian BEI mengalami peningkatan tertinggi sebesar 35,9 persen menjadi 48,99 miliar lembar saham dari 36,05 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Baca juga: Jelang Akhir Pekan, IHSG Ditutup Melemah ke Posisi 6.636
Lalu untuk rata-rata nilai transaksi harian juga naik sebanyak 25,75 persen menjadi Rp19,22 triliun dari Rp15,29 triliun pada pekan sebelumnya.
Di samping itu, rata-rata frekuensi transaksi harian ikut mengalami peningkatan sebanyak 10,93 persen menjadi 2,39 juta kali transaksi dari 2,15 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.
Adapun dari sisi investor asing, nilai jual bersih tercatat mencapai Rp29,76 miliar, Jumat (4/9). Sepanjang 2026 investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp68,05 triliun. (*)
Editor: Yulian Saputra


