Poin Penting
- Tren olahraga lari dinilai dapat membuka peluang ekonomi bagi UMKM dan sektor akomodasi.
- Amartha melibatkan UMKM mitranya dalam ajang Amartha 10X Run 2026.
- Amartha menyebut telah melayani lebih dari 4 juta UMKM di Indonesia.
Jakarta – Tren olahraga lari yang semakin diminati masyarakat dinilai tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga berpotensi mendorong aktivitas ekonomi lokal, mulai dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga akomodasi.
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir mengatakan peningkatan partisipasi masyarakat dalam olahraga dapat menjadi investasi jangka panjang sekaligus membuka peluang ekonomi di berbagai sektor.
“Tren olahraga lari yang kian diminati masyarakat merupakan investasi jangka panjang, tidak hanya bagi kesehatan, tetapi juga pembentukan karakter bangsa dan penguatan ekonomi. Dengan demografi Indonesia yang didominasi anak muda mencapai 125 juta jiwa di rentang usia 13 hingga 30 tahun, tapi tingkat partisipasi olahraga kita saat ini masih di angka 17,5 persen, “ujar Erick dalam kegiatan Amartha 10X Run 2026 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu, 6 September 2026.
Baca juga: Siap-Siap! Amartha 10x Run Kembali Digelar di Jakarta, Total Hadiah Rp200 Juta
Ia menambahkan, penyelenggaraan berbagai ajang lari, termasuk marathon dan half marathon, dapat menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap olahraga sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha di sekitar lokasi kegiatan.
“Melalui ajang lari, seperti marathon dan half marathon, kita dapat terus mendorong kesadaran berolahraga sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal, mulai dari UMKM hingga sektor akomodasi,” tambah Erick.
Amartha Libatkan UMKM dalam Ajang Lari
Amartha menjadi salah satu pihak yang menggabungkan aktivitas olahraga dengan pemberdayaan UMKM melalui penyelenggaraan Amartha 10X Run 2026. Ajang tersebut menghadirkan kategori 10K dan half marathon serta melibatkan sejumlah UMKM mitra Amartha dalam area kegiatan.
Dalam kesempatan yang sama, Founder dan CEO Amartha Financial, Andi Taufan mengatakan, penyelenggaraan Amartha 10X Run merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkenalkan semangat pemberdayaan yang selama ini dijalankan bersama pelaku UMKM, khususnya perempuan.
“Melalui Amartha 10X Run, kami ingin mengajak lebih banyak orang merasakan semangat WeGoBeyond. Bagi kami, melampaui batas bukan hanya tentang berlari lebih cepat atau lebih jauh, tetapi tentang keberanian untuk terus bergerak dan membuka peluang baru,” ujar Andi, di Jakarta, Minggu, 6 September 2026.
Baca juga: Sutadi dan Maraton Panjang Menjaga BFI Finance Tetap Kuat
Ia menuturkan, semangat tersebut sejalan dengan perjalanan Amartha selama 16 tahun dalam mendukung pelaku UMKM. Saat ini, Amartha menyebut telah melayani lebih dari 4 juta UMKM di lebih dari 50.000 perdesaan di Indonesia.
“Setiap hari, para perempuan pelaku UMKM ini terus melangkah untuk mengembangkan usaha dan membangun kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya,” tuturnya.
Pelaku UMKM
Salah satu pelaku UMKM yang turut hadir dalam kegiatan adalah Iyus, pelaku usaha teh herbal aromatik asal Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Sejak 2024, Iyus memanfaatkan tanaman obat yang tumbuh di sekitar rumahnya, seperti daun pecah beling dan kumis kucing, untuk diolah menjadi produk teh herbal.
Menurut Iyus, pembiayaan dan pendampingan dari Amartha membantu dirinya mengembangkan usaha sekaligus memperluas kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada konsumen.
“Berkat pembiayaan dan pendampingan dari Amartha, saya dapat mengembangkan produk teh herbal ini,” ujar Iyus, di Jakarta, Minggu, 6 September 2026.
Amartha 10X Run 2026 digelar di kawasan GBK, Jakarta, dengan peserta dari kategori 10K dan half marathon. Selain mengikuti lomba, peserta dapat berinteraksi dengan UMKM mitra Amartha yang menghadirkan produk usaha mereka di area kegiatan. (*) Ayu Utami


