Poin Penting
- TRIS menyiapkan dividen interim Rp7 miliar atau Rp2,27 per saham untuk tahun buku 2026, dengan pembayaran dijadwalkan 23 September 2026
- Laba bersih TRIS pada semester I 2026 mencapai Rp57,9 miliar, tumbuh 12,2 persen yoy
- Ekspor TRIS naik 20,3 persen yoy menjadi Rp530,5 miliar, dengan kontribusi ekspor mencapai 60 persen dari total penjualan.
Jakarta – PT Trisula International Tbk (TRIS) berencana membagikan dividen interim senilai Rp7 miliar atau Rp2,27 per saham untuk tahun buku 2026.
Pemegang saham yang berhak menerima dividen merupakan pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) Perseroan pada 11 September 2026. Pembayaran dividen dijadwalkan pada 23 September 2026.
Pembagian dividen tersebut melanjutkan komitmen TRIS dalam memberikan nilai bagi pemegang saham. Sebelumnya, perseroan telah membagikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp7 miliar pada September 2025 dan dividen final sebesar Rp24 miliar yang dibayarkan pada 29 Mei 2026.
Baca juga: Purbaya Ungkap Danantara Bakal Setor Dividen Rp120 Triliun ke Negara
Direktur Utama TRIS, Widjaya Djohan, mengatakan aksi korporasi tersebut menjadi bukti keberhasilan perseroan dalam menjaga kinerja positif secara berkelanjutan.
Pada semester I 2026, TRIS membukukan laba bersih Rp57,9 miliar, tumbuh 12,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Capaian tersebut melampaui ekspektasi internal sekaligus menunjukkan ketahanan perseroan di tengah dinamika industri tekstil dan garmen.
“Dengan kontribusi ekspor yang mencapai 60 persen terhadap total penjualan dan cakupan pasar yang terdiversifikasi, kami memiliki fondasi yang kuat untuk bertahan dan terus tumbuh,” ucap Widjaya dalam keterangan resmi di Jakarta, 2 September 2026.
Baca juga: Paradise Indonesia (INPP) Tebar Dividen Interim Rp50,32 Miliar
Sejalan dengan itu, nilai ekspor TRIS sepanjang semester I 2026 mencapai Rp530,5 miliar, meningkat 20,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan pasar ekspor yang semakin terdiversifikasi, perseroan optimistis dapat mencapai target pertumbuhan penjualan sebesar 6,5 persen. (*)
Editor: Galih Pratama


