Poin Penting
- Pengelolaan keuangan personal semakin menjadi perhatian di tengah beragam kebutuhan dan tujuan finansial masyarakat.
- Bank Jago memperkenalkan pendekatan baru yang membantu pengguna menyusun pengelolaan uang sesuai karakter dan prioritas keuangan.
- Hasil studi internal menunjukkan cara mengelola uang dinilai lebih penting daripada sekadar memiliki dana lebih besar.
Jakarta – Pengelolaan keuangan personal semakin menjadi perhatian masyarakat seiring meningkatnya kebutuhan untuk mengatur pengeluaran, tabungan, hingga pencapaian target finansial. Kondisi tersebut mendorong lembaga keuangan menghadirkan berbagai pendekatan yang lebih personal dalam membantu nasabah mengelola uang.
Salah satunya dilakukan PT Bank Jago Tbk melalui peluncuran fitur Inspirasi Kantong di aplikasi Jago. Fitur ini dirancang untuk membantu nasabah menyusun pengelolaan keuangan berdasarkan tujuan, kebiasaan, dan karakter masing-masing.
Baca juga: Jurus Bank Jago Dorong Perempuan Bicara Keuangan pada Peringatan Hari Ibu
Head of Retail Banking Brand & Marketing Bank Jago, Michael Hartawan mengatakan, setiap orang memiliki kebutuhan dan cara mengatur keuangan yang berbeda sehingga pendekatan yang digunakan juga perlu disesuaikan.
“Setiap orang memiliki tujuan dan cara mengelola uang yang berbeda, untuk itu kami menghadirkan Inspirasi Kantong untuk membantu pengguna menemukan ide komposisi kantong yang sesuai dan relevan dengan situasi dan keuangan personal mereka di Aplikasi Jago,” katanya, dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa, 7 Juli 2026.
Saat ini, paparnya, tersedia enam kategori pengelolaan keuangan di aplikasi Bank Jago yang disesuaikan dengan karakter pengguna, yakni Perintis, Pejuang, Pembangun, Pelindung, Penjaga, dan Perancang.
Pengguna, lanjutnya, dapat mengetahui kategori yang sesuai setelah menjawab sejumlah pertanyaan mengenai tujuan, kebiasaan, dan kondisi finansial mereka.
Studi Tunjukkan Pengelolaan Uang Dinilai Lebih Penting
Sebelum memperkenalkan fitur tersebut, Bank Jago melakukan Reality Challenge: Seni Menempatkan Uang yang melibatkan 10 peserta dari latar belakang profesi dan tujuan finansial berbeda.
Dalam tantangan itu, seluruh peserta memperoleh tambahan dana Rp10 juta untuk dikelola selama 30 hari menggunakan aplikasi Bank Jago.
Baca juga: Aplikasi Jago Luncurkan Fitur Analisis Pengeluaran Berbasis Machine Learning
Michael mengatakan, hasil tantangan menunjukkan perubahan cara pandang peserta terhadap pentingnya kemampuan mengelola keuangan.
“Sebelum Reality Challenge dimulai, peserta diberikan pertanyaan sederhana, yaitu ´Jika diberi pilihan, mana yang akan dipilih, memiliki lebih banyak uang atau menjadi lebih jago mengelola uang?.´ Hasilnya menunjukkan perubahan cara pandang yang menarik. Ketika setiap orang menerima jumlah uang yang sama yang lebih menentukan adalah bukan nominal uangnya tetapi cara mengelola uang sesuai tujuan, prioritas, dan hidup masing-masing orang,” beber Michael.
Dari 10 peserta, 8 orang yang awalnya memilih memiliki uang lebih banyak mengubah pandangannya setelah mengikuti tantangan. Mereka menilai kemampuan mengelola keuangan menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar besarnya dana yang dimiliki.
Pendekatan Disesuaikan dengan Kebutuhan
Dalam pelaksanaannya, peserta terlebih dahulu mengisi kuesioner untuk mengetahui pola pengelolaan keuangan yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing. Selanjutnya mereka memperoleh rekomendasi pengaturan pos keuangan sebagai acuan selama mengikuti tantangan.
Selama 30 hari, seluruh peserta didampingi Certified Financial Planner Annisa Steviani, namun tetap diberi kebebasan menentukan penggunaan dana sesuai kebutuhan dan prioritas pribadi.
“Tidak ada naskah, tidak ada arahan mengenai keputusan yang harus diambil. Hasilnya, setiap peserta menghadirkan reaksi, cerita, dan perjalanan yang berbeda dan otentik tentang cara mereka memprioritaskan uang sesuai kebutuhan dan tujuan hidup masing-masing,” imbuh Michael.
Hasilnya, setiap peserta menunjukkan strategi pengelolaan keuangan yang berbeda. Ada yang memprioritaskan pengembangan usaha, membangun dana darurat, memenuhi kebutuhan keluarga, hingga menyiapkan dana pendidikan maupun perjalanan.
Baca juga: Nicholas Tan Masuk Jajaran Direksi Bank Jago (ARTO), Ini Strategi yang Disiapkan
Salah satu peserta, Fadlu, menilai pengalaman tersebut memberikan pelajaran baru mengenai cara mengatur keuangan
“Mungkin untuk Bank Jago ini adalah challenge, tetapi buat saya ini adalah pembentukan karakter,” tutur Fadlu.
Di akhir program, Michael menegaskan bahwa pengelolaan keuangan tidak semata ditentukan oleh besarnya pendapatan, tetapi juga oleh kemampuan menyusun prioritas sesuai tujuan finansial.
“Melalui Inspirasi Kantong dan Reality Challenge ini, Bank Jago ingin mengajak lebih banyak masyarakat melihat bahwa mengelola uang bukan hanya tentang memiliki lebih banyak tetapi tentang menempatkan uang sesuai Kantongnya agar tujuan finansial dapat tercapai,” tutup Michael. (*)


