Poin Penting
- Transaksi e-channel OCBC tumbuh 15 persen yoy pada kuartal I 2026, didorong peningkatan pengguna aktif OCBC Mobile, internet banking, dan OCBC Business Mobile
- OCBC mencatat pertumbuhan bisnis digital yang kuat. Pengguna aktif layanan individu naik 8 persen yoy, sementara nasabah korporasi melalui OCBC Business Mobile tumbuh 20 persen yoy
- Bisnis wealth management OCBC terus melesat dengan AUM menembus Rp120 triliun pada akhir 2025 dan mencatat CAGR 29 persen sepanjang 2022–2025.
Jakarta – PT Bank OCBC NISP Tbk mencatatkan pertumbuhan total nilai transaksi melalui kanal e-channel hingga 15 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal I 2026.
Kinerja tersebut mencerminkan tingginya adopsi layanan digital sekaligus perubahan perilaku nasabah dalam mengelola keuangan dan investasi.
Sejalan dengan itu, peningkatan jumlah pengguna aktif juga terjadi berbagai platform perbankan milik OCBC.
Saat ini, pengguna aktif internet banking dan OCBC Mobile untuk nasabah individu naik 8 persen yoy. Sementara, pengguna aktif OCBC Business Mobile untuk nasabah korporasi tumbuh 20 persen yoy.
Baca juga: OCBC Indonesia Meraup Durian Runtuh Ketika Memeluk HSBC Indonesia
Direktur OCBC, Johannes Husin, menuturkan, pertumbuhan positif tersebut menunjukkan bahwa layanan wealth management telah bergeser dari layanan bersifat eksklusif menjadi solusi finansial yang bisa dengan mudah diakses oleh lebih banyak segmen masyarakat.
“Fenomena ini menunjukkan bahwa wealth management sedang mengalami pergeseran dari layanan yang eksklusif menjadi solusi finansial yang dapat diakses oleh lebih banyak segmen nasabah. Ke depan, OCBC melihat wealth management akan menjadi semakin digital, personal, dan inklusif,” jelas Johannes, Rabu, 17 Juni 2026.
Menurutnya, teknologi memungkinkan bank menghadirkan layanan yang lebih mudah diakses, sementara pemanfaatan data membantu memberikan solusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing nasabah.
Ia menegaskan, OCBC tak hanya berfokus menyediakan produk investasi, tetapi juga mendampingi nasabah dalam setiap tahap perjalanan finansial mereka.
Baca juga: OCBC Beberkan Strategi Kelola AUM di Tengah Volatilitas Ekonomi
“Bagi kami, wealth management bukan hanya tentang menyediakan produk investasi, tetapi bagaimana kami dapat berjalan berdampingan dengan nasabah dalam setiap tahap perjalanan finansial mereka,” kata Johannes.
Dana Kelolaan Tembus Rp120 Triliun
Di tengah menanjaknnya minat masyarakat terhadap investasi digital, bisnis wealth management OCBC pun menunjukkan pertumbuhan yang kuat.
Berdasarkan data perseroan, dalam periode 2022-2025, dana kelolaan atau assets under management (AUM) wealth management OCBC tumbuh double digit, dengan compound annual growth rate (CAGR) sebesar 29 persen.
Pada akhir 2025, total AUM wealth management OCBC telah melampaui Rp120 triliun.
Dirinya menilai, perubahan ke arah yang lebih digital tersebut tidak hanya mengubah cara nasabah bertransaksi, tetapi juga cara mereka mengelola dan mengembangkan aset. (*)
Editor: Galih Pratama


