Poin Penting
- Laba bersih PaninBank naik 1,0 persen menjadi Rp1,44 triliun, didorong kenaikan NIM dan pendapatan bunga
- Kredit turun 3,75 persen dan DPK menyusut 7,87 persen seiring strategi penyaluran yang lebih selektif
- CASA naik menjadi 42 persen, sementara CAR menguat ke level 35,93 persen
Jakarta – PT Bank Panin (PNBN) atau PaninBank membukukan kinerja positif pada semester I 2026 dengan membukukan laba bersih Rp1,44 triliun. Laba tersebut tumbuh 1,0 persen dibanding tahun lalu di periode yang sama sebesar Rp1,42 triliun.
Presiden Direktur PaninBank, Herwidayatmo mengatakan peningkatan laba bersih tersebut terutama didukung oleh peningkatan pendapatan bunga bersih yang naik 6,6 persen dari Rp4,39 triliun pada Juni 2025 menjadi menjadi Rp4,68 triliun di Juni 2026.
“Penurunan suku bunga yang terjadi sejak pertengahan tahun 2025 memberikan kesempatan kepada bank untuk meningkatkan net interset margin (NIM) yang naik menjadi 4,55 persen dari 4,23 persen pada Juni 2025,” jelas Herwidayatmo dikutip 31 Juli 2026.
Baca juga: Bank Panin Tebar Dividen Rp1,01 Triliun, Setara Rp42 per Saham
Dari sisi intemediasi, realisasi kredit PaninBank mengalami tekanan seiring dengan strategi perseroan yang menerapkan prinsip kehati-hatian untuk menjaga kualitas portofolio. Total kredit yang diberikan perseroan mencapai Rp139,64 triliun, terkoreksi 3,75 persen dibanding posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp145,08 triliun.
“Pertumbuhan Kredit melambat terutama terhambat kebijakan Bank yang menerapkan prinsip kehati-hatian untuk menjaga kualitas portofolio kredit,” kata Herwidayatmo.
“Selama semester I 2026 PaninBank semakin selektif dalam memilih sektor, debitur, dan tujuan pembiayaan, ditengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian,” tambahnya.
Sejalan dengan penyesuaian realisasi kredit, dana pihak ketiga (DPK) turut mengalami penurunan 7,87 persen menjadi Rp. 144,57 triliun.
Pada saat yang sama, PaninBank berhasil menghimpun pendanaan jangka panjang melalui penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV Bank Panin Tahap IV Tahun 2026, dengan jumlah emisi Rp2,71 triliun, Obligasi Berkelanjutan V Bank Panin Tahap I Tahun 2026, dengan jumlah emisi Rp500 miliar, dan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan V Bank Panin Tahap I Tahun 2026 Rp50 miliar.
Baca juga: Bukan Penghambat Kredit, SLIK Jadi Acuan Bank Analisis Debitur
“Kami terus berusaha meningkatkan CASA dengan mendorong pertumbuhan Tabungan dan Giro melalui Program berhadiah Panin Super Bonanza yang sangat diminati oleh masyarakat,” ujarnya.
Alhasil, rasio dana murah atau CASA berhasil ditingkatkan dari 40 persen pada akhir Desember 2025 menjadi 42 persen pada akhir Juni 2026.
Sementara dari sisi permodalan PaninBank terus diperkuat. Per Juni 2026, total modal kini telah mencapai Rp53,33 triliun dengan CAR yang juga meningkat menjadi 35,93 persen. (*)


