Poin Penting
- Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG melanjutkan penguatan pada Jumat (31/7) dengan menguji level 6.200-6.250, didukung sinyal teknikal yang masih positif
- Sentimen domestik datang dari putusan MK terkait pemisahan anggaran Program MBG dari anggaran pendidikan mulai paling lambat APBN 2028
- Dari global, rebound Wall Street, koreksi harga minyak, dan meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menjadi katalis positif bagi IHSG.
Jakarta – Phintraco Sekuritas memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Jumat (31/7), dengan target menguji area 6.200-6.250 secara teknikal.
“Diperkirakan IHSG melanjutkan penguatan menguji level 6.200-6.250 pada perdagangan Jumat (31/7),” tulis Research Team Phintraco Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 31 Juli 2026.
Sebagai informasi, IHSG pada perdagangan Kamis (30/7) ditutup menguat 1,56 persen ke level 6.186,36. Secara teknikal, indeks berhasil ditutup di atas MA5, MA20, dan MA50, sekaligus mempertahankan posisinya di atas level psikologis 6.000, yang mengindikasikan momentum penguatan masih terjaga.
Baca juga: BMRI dan BBCA Catat Kinerja Positif, Begini Tren Harga Saham Keduanya
Dari sentimen domestik, perhatian pelaku pasar tertuju pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan sebagian permohonan uji materiil terhadap UU No. 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026, khususnya terkait penganggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN.
MK menegaskan bahwa pada APBN tahun-tahun berikutnya, anggaran MBG yang bukan merupakan komponen utama pendidikan harus dipisahkan dari anggaran operasional penyelenggaraan pendidikan. Ketentuan tersebut paling lambat diterapkan pada APBN Tahun Anggaran 2028, atau maksimal dua tahun sejak putusan dibacakan.
Menurut Phintraco Sekuritas, kebijakan tersebut berpotensi memengaruhi komposisi belanja negara, terutama apabila alokasi anggaran MBG tetap berada pada level yang relatif besar.
Baca juga: Soal Pipeline IPO Saham, Trimegah Sekuritas: Masih dalam Tahap Diskusi
Sementara itu, dari eksternal, rebound indeks-indeks utama Wall Street serta koreksi harga minyak diperkirakan menjadi sentimen positif bagi pergerakan pasar saham domestik.
Selain itu, sejumlah data ekonomi terbaru Amerika Serikat turut meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga The Fed yang lebih agresif dari perkiraan.
Berlanjutnya musim laporan keuangan kuartal II 2026 dan meningkatnya aktivitas aksi korporasi juga dinilai menjadi katalis positif bagi pasar saham. (*)
Editor: Galih Pratama


