Poin Penting
- Bank Danamon mencatat pertumbuhan kredit 12 persen menjadi Rp230,1 triliun pada semester I 2026.
- Perseroan mengandalkan ekosistem MUFG Group untuk menjaga pertumbuhan pembiayaan.
- Danamon tetap mengedepankan kualitas aset dan penyaluran kredit secara prudent.
Jakarta – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga pertumbuhan kredit hingga akhir 2026 setelah mencatat penyaluran kredit sebesar Rp230,1 triliun atau tumbuh 12 persen secara tahunan pada semester I 2026.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh wholesale lending yang naik 16 persen menjadi Rp137,8 triliun dan retail lending yang meningkat 6 persen menjadi Rp92,3 triliun.
Chief Financial Officer Bank Danamon, Theresia Adriana mengatakan perseroan akan terus menjaga momentum pertumbuhan kredit dengan tetap mengedepankan kualitas aset.
“Dan upaya ini juga akan terus didukung dengan memastikan kualitas aset yang terus tetap terjaga,” kata Theresia saat konferensi pers kinerja semester I 2026 yang digelar secara virtual, Kamis, 30 Juli 2026.
Baca juga: Laba Bank Danamon Tumbuh 33 Persen ke Rp2,4 T pada Semester I 2026, Ini Pendorongnya
Theresia juga menyebut Danamon terus memantau berbagai tantangan yang dihadapi industri perbankan, mulai dari kondisi sosial ekonomi, likuiditas, hingga perubahan kebutuhan dan preferensi nasabah.
Untuk menjaga pertumbuhan pembiayaan, perseroan pun mengoptimalkan sinergi dengan MUFG Group sebagai induk usaha, termasuk seluruh lini bisnis dan anak perusahaan.
“Kami akan terus mengoptimalkan ekosistem MUFG Group dan juga lini bisnis utama kami yakni consumer, SME, termasuk juga anak perusahaan,” sebut Theresia.
Baca juga: Danamon Perkuat Ekosistem Digital Lewat QRIS Bayar dan Obligasi Sekunder
Menurutnya, sinergi dalam ekosistem MUFG Group di Indonesia akan semakin memperkuat posisi Danamon pada sektor-sektor unggulan, seperti otomotif, haji dan umrah, fast-moving consumer goods (FMCG), serta pembiayaan yang terkait dengan pengembang properti asal Jepang.
Tetap Jaga Kualitas Kredit
Selain mengejar pertumbuhan, Danamon juga berfokus menjaga kualitas aset melalui penyaluran kredit yang prudent.
Pada semester I 2026, rasio gross non-performing loan (NPL) turun menjadi 1,7 persen dari 2 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara loan at risk (LAR) membaik menjadi 7,8 persen dari 10,2 persen.
Baca juga: Spin Off UUS Masih Dikaji, Danamon Syariah Fokus Genjot Pertumbuhan Bisnis
Direktur Manajemen Risiko Bank Danamon, Dadi Budiana, mengatakan perseroan terus memperkuat proses pemantauan kualitas kredit dan penagihan agar risiko kredit tetap terkendali.
“Lalu, upaya-upaya penagihan, upaya collections, upaya monitoring, dan lainnya, kami lakukan dengan baik, dengan ketat. Seharusnya kami melihat bahwa hal-hal tersebut akan tetap bisa menjaga NPL kami berada dalam posisi yang baik ke depannya,” sambung Dadi. (*) Steven Widjaja


