Poin Penting
- Laba bersih Bank Danamon tumbuh 33 persen menjadi Rp2,4 triliun pada semester I 2026.
- Penyaluran kredit naik 12 persen menjadi Rp230,1 triliun, didukung seluruh lini bisnis.
- Kualitas aset membaik, tecermin dari penurunan NPL, loan at risk, dan biaya kredit.
Jakarta – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) mencatatkan pertumbuhan laba bersih 33 persen ke Rp2,4 triliun pada semester I 2026. Pertumbuhan double digit laba bersih Bank Danamon ini ditopang oleh kinerja di pos keuangan lainnya.
Secara pembiayaan, Bank Danamon membukukan pertumbuhan penyaluran pembiayaan sebesar 12 persen secara tahunan ke Rp230,1 triliun selama semester I 2026. Penyaluran pembiayaan ini terdiri atas wholesale lending yang tumbuh 16 persen ke Rp137,8 triliun dan retail lending 6 persen ke Rp92,3 triliun.
Laba operasional sebelum pencadangan Bank Danamon sendiri tumbuh 13 persen secara tahunan ke Rp5,9 triliun.
“Pertumbuhan dalam sisi kredit ini ditopang oleh pertumbuhan kredit seluruh lini bisnis; enterprise banking dan financial institution, SME banking, consumer banking, serta anak perusahaan Danamon,” ujar Chief Financial Officer Bank Danamon, Theresia Adriana dalam konferensi pers kinerja semester I 2026 yang digelar secara virtual, Kamis, 30 Juli 2026.
Sedangkan dari sisi penghimpunan dana, Bank Danamon membukukan total dana pihak ketiga (DPK) Rp181,7 triliun atau naik 14 persen secara tahunan, yang terdiri atas rekening giro, tabungan, CASA, dan deposito konsolidasian.
Baca juga: Bank Danamon Catat Pertumbuhan Valas 45 Persen, Didorong Traveling-Remitansi Pendidikan
Lebih lanjut, Theresia mengungkapkan, pertumbuhan laba bersih ini turut ditopang oleh peningkatan pendapatan dan perbaikan kualitas kredit, yang tecermin pada penurunan biaya kredit (cost of credit) dari 2,8 persen pada semester I 2025 ke 2,3 persen pada semester I 2026.
Sementara itu, gross NPL ratio juga turun dari 2 persen ke 1,7 persen serta loan at risk yang turun dari 10,2 persen ke 7,8 persen.
“Terkait rentabilitas, Danamon membukukan margin bunga bersih atau NIM konsolidasian sebesar 8,1 persen,” imbuh Theresia.
Baca juga: Bank Danamon Jajaki Intensi Integrasi dengan MUFG Indonesia
Likuiditas dan Permodalan Tetap Solid
Di samping itu, Bank Danamon juga menunjukkan likuiditas dan permodalan yang solid. Rasio cakupan likuiditas atau Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 134,8 persen dan return on equity (ROE) yang naik ke 9,7 persen dari 7,7 persen di semester I 2025.
“Dengan rasio pendanaan stabil bersih atau NSFR sebesar 112,3 persen dan rasio kewajiban pemenuhan modal minimum atau KPMM konsolidation sebesar 22,3 persen,” tukas Theresia. (*) Steven Widjaja


