Poin Penting
- TOWR mencatat laba bersih Rp1,86 triliun pada semester I 2026, tumbuh 12,4 persen yoy, ditopang kenaikan pendapatan operasional dan disiplin pengelolaan modal
- Pendapatan operasional konsolidasi TOWR naik 12,7 persen yoy menjadi Rp7,2 triliun, sementara EBITDA tumbuh 4,8 persen menjadi Rp5,58 triliun
- TOWR menjaga ketahanan finansial dengan kontrak jangka panjang senilai lebih dari Rp100 triliun hingga 2045, Net Debt to EBITDA di bawah 4 kali, serta biaya bunga sekitar 5,55 persen.
Jakarta – PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mencatatkan kinerja positif di paruh pertama tahun 2026. Per Juni 2026, TOWR mencatatkan laba bersih Rp1,86 triliun di semester I 2026 atau tumbuh 12,4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba itu ditopang oleh kenaikan pendapatan operasional konsolidasi, serta disiplin pengelolaan modal yang ketat di tengah dinamika pasar.
Direktur and Group Investor Relations TOWR, Hartono Tanuwidjaja, menjelaskan bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari model bisnis perseroan yang didukung oleh kontrak jangka panjang yang memiliki kepastian arus kas yang tinggi.
”Perseroan mampu menghasilkan arus kas yang dapat diprediksi, didukung oleh model bisnis yang memiliki kontrak jangka panjang yang non-cancellable atau tidak dapat dibatalkan, serta basis pelanggan yang tersebar luas hampir di seluruh Indonesia,” ucap Hartono dalam Pubex Expose Live di Jakarta, 8 September 2026.
Baca juga: BEI Catat 3 Saham Bank Jumbo Topang Penguatan IHSG Sepekan
Hingga saat ini, kata Hartono, nilai pendapatan kontrak jangka panjang perseroan telah melampaui Rp100 triliun dengan durasi hingga tahun 2045. Angka tersebut mencakup sekitar sembilan kali dari total pendapatan Perseroan pada tahun 2025.
Dari sisi topline, TOWR mencatatkan pendapatan operasional konsolidasi sebesar Rp7,2 triliun pada semester I 2026 atau tumbuh 12,7 persen secara yoy.
Sementara itu, pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) tercatat sebesar Rp5,58 triliun atau meningkat 4,8 persen.
Baca juga: Perkuat Likuiditas, TOWR Perpanjang Kredit Rp1,5 Triliun dari Bank Mizuho
Dalam menjaga ketahanan finansial, kata Hartono, perseroan terus fokus pada keunggulan operasional serta fleksibilitas keuangan guna mempertahankan profil kredit berperingkat investment grade.
“Melalui pengelolaan kas yang efektif, kami berhasil menjaga rasio utang bersih terhadap EBITDA (Net Debt to EBITDA) tetap berada di bawah empat kali,” jelasnya.
TOWR juga sukses mempertahankan tingkat biaya bunga di kisaran 5,55 persen di tengah tren kenaikan suku bunga pasar yang terjadi sepanjang 2026. (*)
Editor: Galih Pratama


