Poin Penting:
- BGN menutup sementara 1.999 dapur MBG karena belum mendaftarkan SLHS.
- Sebanyak 1.417 dapur yang ditutup berada di wilayah Jawa dan Banten.
- BGN akan melakukan investigasi terhadap seluruh dapur yang ditutup sementara.
Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara 1.999 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Penutupan dilakukan setelah penyisiran dan verifikasi terhadap ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala BGN Sudaryono mengatakan kepatuhan terhadap standar SLHS menjadi syarat mutlak. Ketentuan tersebut berlaku bagi seluruh dapur yang menjalankan program MBG.
“Sebagaimana publik ketahui, syarat SLHS dan sanitasi itu mutlak dalam penyelenggaraan dapur yang menyelenggarakan MBG. BGN terus menyisir dan verifikasi ketat puluhan ribu SPPG,” ujar Sudaryono dalam keterangan resmi di Jakarta, dikutip Antara, Selasa (8/9).
Baca juga: 512 Santri Keracunan MBG, BGN ‘Suspend’ SPPG Sidoarjo
BGN Sebut 1.999 Dapur Tidak Daftar SLHS
Penyisiran BGN mencatat perubahan jumlah dapur yang menjadi sasaran verifikasi. Dari jumlah awal 27.485 dapur, data sementara menjadi 27.022 dapur.
Berdasarkan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan per 7 September pukul 17.00 WIB, ditemukan 1.999 dapur belum mendaftar SLHS. Dapur tersebut belum mengajukan pendaftaran kepada dinas kesehatan di wilayah masing-masing.
“Dapur-dapur sebanyak 1.999 ini tidak melakukan pendaftaran SLHS di dinas kesehatan masing-masing. Artinya, bukan mendaftar lalu syaratnya tidak dipenuhi, melainkan tidak mendaftar sama sekali,” paparnya.
Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui proses konfirmasi dan evaluasi secara bertahap. BGN akhirnya memutuskan menutup sementara seluruh dapur tersebut untuk pemeriksaan lebih lanjut.
BGN Tutup Dapur MBG di Tiga Wilayah
Sebaran dapur yang ditutup mencakup berbagai wilayah Indonesia. Jumlah terbesar berada di Jawa dan Banten dengan 1.417 dapur MBG.
Di wilayah Sumatera, terdapat 351 SPPG yang ditutup sementara. Sementara itu, wilayah Bali hingga Papua mencatat 231 dapur yang masuk dalam penutupan tersebut.
Rinciannya mencakup Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Seluruh dapur tersebut akan menjalani proses investigasi oleh BGN.
“1.999 SPPG ini saya tutup untuk kemudian kami lakukan investigasi,” tuturnya.
Baca juga: Bos BGN Ungkap Anggaran MBG Dihemat Jadi Rp229 T, Ekspansi 2.700 Dapur Tetap Jalan
Investigasi Berlanjut untuk Jaga Keamanan MBG
Penutupan sementara menjadi langkah BGN setelah menemukan dapur yang belum melakukan pendaftaran SLHS. Pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap ketentuan higiene dan sanitasi.
Langkah tersebut juga ditujukan untuk menjaga kualitas penyelenggaraan program MBG. BGN menyatakan aspek keamanan gizi dan keselamatan penerima manfaat menjadi dasar tindakan tersebut.
Dengan penutupan sementara itu, BGN melanjutkan investigasi terhadap 1.999 SPPG. Hasil pemeriksaan akan menjadi bagian dari proses evaluasi dapur penyelenggara MBG. (*)


