Poin Penting
- Pemerintah menyiapkan rekening bagi masyarakat melalui BRI dan BSI untuk memperluas kepemilikan rekening serta akses layanan keuangan formal
- Data Dukcapil akan dipadankan dengan sistem pembayaran BI, sementara QRIS disiapkan sebagai gateway untuk memperkuat transaksi digital
- Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan sekaligus mempermudah penyaluran berbagai program pemerintah kepada masyarakat.
Jakarta – Pemerintah akan mempersiapkan penyediaan rekening bagi masyarakat melalui PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Kebijakan ini diarahkan untuk memperluas kepemilikan rekening sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, capaian inklusi dan literasi keuangan Indonesia menunjukkan perkembangan yang positif. Pemerintah akan terus mendorong peningkatan kedua indikator tersebut agar semakin banyak masyarakat yang memiliki akses sekaligus pemahaman dalam memanfaatkan layanan dan produk keuangan secara optimal.
“Jadi pembahasan dengan Bapak Presiden terkait dengan kepemilikan rekening daripada warga negara atau masyarakat Indonesia. Tadi sudah disampaikan bahwa berdasarkan survei atau sensus yang dilakukan oleh OJK dan BPS, itu tingkat inklusi keuangan kita sudah mencapai 93,62 persen. Kemudian juga untuk literasi keuangan Itu sebesar 63,57 persen,” ujar Airlangga di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 September 2026.
Baca juga: Rekening Terindikasi Judi Online yang Diblokir OJK Bertambah Jadi 38.375
Airlangga menjelaskan, dalam pelaksanaannya, data kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) akan dipadankan dengan sistem yang tersedia di Bank Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan sistem pembayaran. Pemanfaatan integrasi data tersebut diharapkan dapat mendukung penyediaan layanan keuangan yang lebih tepat dan terjangkau bagi masyarakat.
Pemerintah juga akan memperkuat penggunaan sistem pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Integrasi rekening dengan sistem pembayaran digital tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi sekaligus meningkatkan pemanfaatan layanan keuangan dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
“Yang kedua gateway system-nya jadi menggunakan QRIS. Ini yang disiapkan agar literasi dan juga inklusif keuangan kita bisa mencapai seoptimal mungkin. Lebih tinggi dari yang sudah kita capai. Tentu ke depannya berbagai program, nanti akan dikirimkan kepada rekening-rekening yang disiapkan untuk warga negara tersebut,” ungkap Airlangga.
Penguatan inklusi keuangan juga diharapkan dapat mendukung pelaksanaan berbagai program Pemerintah agar manfaatnya dapat diterima masyarakat secara lebih luas.
Dengan kepemilikan rekening yang semakin merata, berbagai program yang ditujukan kepada masyarakat nantinya dapat disalurkan secara lebih efektif melalui rekening yang telah disiapkan.
Baca juga: BSI Salurkan KPR FLPP Rp3,6 Triliun, Capai 70 Persen dari Target 2026
Pemerintah akan terus melakukan koordinasi dan sinergi antarotoritas serta lembaga terkait untuk memastikan perluasan akses rekening, integrasi data, dan penguatan sistem pembayaran dapat berjalan secara efektif.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan ekosistem keuangan yang semakin inklusif dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. (*)
Editor: Galih Pratama


