Poin Penting:
- Lima bandara kembali beroperasi setelah evaluasi keselamatan penerbangan akibat abu vulkanik.
- Tiga bandara aktif sejak pukul 00.01 WIB, sementara dua lainnya menyusul pukul 02.25 WIB.
- Bandara Radin Inten II dan Muhammad Taufiq Kiemas masih menunggu perkembangan.
Jakarta – Lima bandara terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali beroperasi mulai Selasa (8/9) dini hari. Pembukaan dilakukan setelah evaluasi keselamatan penerbangan memastikan kondisi operasional telah dinyatakan aman.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan penutupan operasional sejumlah bandara telah berakhir. Operasional kembali berjalan mulai hari ini sejak pukul 00.01 WIB.
“Penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta beserta sejumlah bandara lain yang terkena dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah berakhir. Mulai Selasa (8/9) pukul 00.01 WIB, operasional bandara kembali berjalan dengan normal,” kata Dudy di Jakarta, dikutip Antara, Selasa.
Baca juga: Menhub: 1.558 Penerbangan Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau
Bandara Kembali Aktif Setelah Evaluasi Keselamatan
Pembukaan kembali dilakukan dari Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa dini hari. Pemerintah kemudian menetapkan tiga bandara kembali aktif sejak pukul 00.01 WIB.
Ketiganya adalah Bandara Soekarno-Hatta Banten, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung. Ketiga fasilitas penerbangan tersebut dinyatakan dapat melayani operasional setelah kondisi dinilai aman.
Dudy menyebut pembukaan berikutnya dilakukan terhadap dua bandara di wilayah Banten. Bandara Budiarto Curug dan Bandara Pondok Cabe kembali dibuka pukul 02.25 WIB.
“Menyusul Bandara Budiarto Curug Banten dan Bandara Pondok Cabe Banten juga kembali dibuka pada pukul 02.25 WIB,” ujar Dudy.
Bandara Masih Wajib Ikuti Catatan Keselamatan
Meski operasional kembali berjalan, pemerintah menetapkan sejumlah ketentuan keselamatan. Otoritas bandara dan maskapai wajib memastikan seluruh armada melalui pemeriksaan sebelum digunakan.
Langkah tersebut menjadi bagian penting setelah abu vulkanik sebelumnya mengganggu ruang udara. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan kondisi pesawat memenuhi aspek keselamatan penerbangan.
Selain inspeksi armada, pilot dan kru juga wajib memahami wilayah udara terbatas. Wilayah tersebut dikenal sebagai restricted polygon karena masih berpotensi mengandung sebaran abu vulkanik.
Pilot dan kru operasional wajib mengetahui area tersebut sebelum menjalankan penerbangan. Ketentuan ini menjadi perhatian utama dalam pemulihan aktivitas penerbangan.
Baca juga: Dampak Abu Vulkanik, Lion Group Hentikan Sejumlah Penerbangan Jakarta
Bandara di Lampung Masih Menunggu Perkembangan
Tidak seluruh fasilitas terdampak langsung kembali beroperasi pada waktu bersamaan. Bandara Radin Inten II Lampung dan Bandara Muhammad Taufiq Kiemas masih menunggu perkembangan lebih lanjut.
Sebelumnya, abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak pada operasional penerbangan sejak Sabtu (5/9). Kondisi tersebut membuat delapan bandara sempat menghentikan operasionalnya.
Delapan fasilitas itu mencakup Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, dan Husein Sastranegara. Kemudian Budiarto Curug, Pondok Cabe, Taufiq Kiemas, serta Atung Bungsu juga terdampak.
Namun, Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam telah kembali beroperasi lebih dahulu. Operasional bandara tersebut normal sejak Senin (7/9) pukul 09.00 WIB.
Dengan pembukaan bertahap, pemerintah tetap menempatkan keselamatan sebagai syarat utama penerbangan. Maskapai juga diminta terus berkoordinasi dengan pengelola bandara, otoritas, dan instansi terkait.
Dudy meminta koordinasi tersebut terus dilakukan untuk memastikan penerbangan berlangsung aman dan selamat. Perkembangan sebaran abu vulkanik tetap menjadi perhatian dalam pemulihan operasional bandara. (*)
Editor: Galih Pratama


