Poin Penting:
- TikTok-Tokopedia menegaskan tidak melakukan PHK massal, melainkan menjalankan penataan internal.
- Perusahaan menyatakan masih membuka rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia.
- DPR menyebut isu PHK 1.250 karyawan tidak benar dan memastikan tidak ada pemindahan karyawan Indonesia ke China.
Jakarta – TikTok-Tokopedia membantah kabar yang menyebut perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di Indonesia.
Manajemen menegaskan langkah yang saat ini dijalankan merupakan penataan internal atau internal mobility, bukan PHK.
President Director PT Tokopedia Stephanie Susilo mengatakan tidak ada pemutusan hubungan kerja di lingkungan TikTok maupun Tokopedia Group.
Ia juga belum memerinci jumlah karyawan yang terdampak proses penataan tersebut.
“Tidak ada pemutus hubungan kerja di TikTok atau Tokopedia Group,” kata Stephanie saat konferensi pers usai pertemuan dengan DPR dan Kementerian Ketenagakerjaan di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip Antara, Senin (6/7).
Baca juga: Dewan Pers: Google, Meta, TikTok Kuasai 80 Persen Iklan Digital Senilai Rp71 Triliun
TikTok-Tokopedia Tegaskan Fokus pada Penataan Internal
Stephanie menjelaskan, dalam proses penataan internal tersebut, sebagian karyawan memilih mengambil paket kompensasi dan melanjutkan karier di perusahaan lain.
Sebagian lainnya dipindahkan ke perusahaan yang masih berada dalam grup bisnis TikTok-Tokopedia. Di sisi lain, perusahaan juga masih membuka peluang kerja baru.
“Saat ini kami juga melakukan rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia,” ujar Stephanie.
Sebelumnya, Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal menyatakan akan menindaklanjuti isu PHK di Tokopedia dan TikTok.
Langkah itu dilakukan agar pemerintah memperoleh gambaran yang utuh sebelum mengambil kebijakan.
“Kita tidak boleh hanya mendengar dari satu sisi. Pemerintah harus mendapatkan gambaran yang utuh mengenai apa yang sebenarnya terjadi,” kata Said Iqbal.
DPR Fasilitasi Pertemuan Bahas Isu PHK
Isu TikTok-Tokopedia juga menjadi perhatian DPR RI. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menggelar pertemuan dengan perwakilan TikTok dari China dan Indonesia bersama Kementerian Ketenagakerjaan untuk membahas kabar PHK yang ramai di media sosial.
“Kami mengundang perwakilan dari baik TikTok di China maupun TikTok di perwakilan TikTok di Indonesia yang mengakuisisi Tokopedia dan tadi juga sudah sama-sama dengan Bapak Menteri Tenaga Kerja (Yassierli),” kata Dasco.
Menurut Dasco, hasil pertemuan menunjukkan tidak ada PHK secara menyeluruh terhadap karyawan. Perusahaan hanya menjalankan penataan organisasi sebagai bagian dari proses internal.
Baca juga: Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Blibli Resmi Pungut Pajak Pedagang Online Mulai Agustus
200 Karyawan Ambil Kompensasi
Dasco juga membantah isu yang menyebut sebanyak 1.250 karyawan terkena PHK. Berdasarkan penjelasan perusahaan, jumlah tersebut tidak sesuai dengan fakta.
Ia menyebut hanya sekitar 200 karyawan yang memilih mengambil paket kompensasi dalam proses penataan internal. Sebagian dari mereka juga dialihkan ke anak usaha yang masih berada di bawah grup TikTok.
“Ada juga yang sudah mengambil kompensasi, tetapi kemudian juga disalurkan di grup-grup anak TikTok gitu,” kata Dasco.
Selain itu, Dasco memastikan tidak ada pemindahan karyawan dari Indonesia ke China. Menurutnya, TikTok justru terus menunjukkan komitmen investasi di Indonesia setelah mengakuisisi Tokopedia.
“Jadi memang Tokopedia itu kan diakuisisi oleh TikTok Shop yang juga banyak lini usaha,” ucap Dasco.
Dengan penjelasan tersebut, TikTok-Tokopedia menegaskan bahwa isu PHK massal tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi.
Perusahaan menyatakan proses yang berlangsung merupakan penataan internal sekaligus tetap membuka rekrutmen baru di Indonesia. (*)
Editor: Galih Pratama


