Poin Penting:
- Usulan tarif Transjakarta naik menjadi Rp5.000 dibarengi paket langganan Rp200.000 per bulan.
- Pengguna harian berpotensi menghemat sekitar Rp50.000 per bulan dibanding membayar tarif reguler setiap perjalanan.
- DTKJ mengusulkan diskon 20 persen berdasarkan asumsi pekerja melakukan perjalanan pulang pergi selama 25 hari kerja dalam sebulan.
Jakarta – Usulan kenaikan tarif Transjakarta menjadi Rp5.000 per perjalanan dibarengi dengan skema langganan Rp200.000 per bulan.
Skema tersebut dinilai dapat menjadi solusi agar biaya transportasi pengguna harian tetap lebih terjangkau.
Pengamat Transportasi Deddy Herlambang menilai paket langganan itu akan memberikan penghematan bagi masyarakat yang menggunakan layanan Transjakarta setiap hari.
Menurutnya, skema tersebut bisa menjadi jalan tengah apabila penyesuaian tarif resmi diberlakukan.
“Ini adalah solusi gap tarif ekonomis bagi pengguna harian TJ bila memang tarif itu akan naik dinilai agak berat,” ujar Deddy dikutip Antara, Senin (6/7).
Baca juga: Heboh Penumpang Berbuat Asusila, Bos Transjakarta Bilang Begini
Tarif Transjakarta Rp5.000 Diimbangi Paket Langganan
Deddy menjelaskan, pengguna yang bepergian pulang pergi pada hari kerja akan mengeluarkan biaya sekitar Rp10.000 per hari jika tarif menjadi Rp5.000 per perjalanan.
Dalam satu bulan dengan asumsi 25 hari kerja, total ongkos mencapai sekitar Rp250.000.
Melalui paket langganan Rp200.000 per bulan, pengguna berpotensi menghemat sekitar Rp50.000 dibandingkan membayar tarif harian.
Menurut Deddy, skema ini lebih menguntungkan bagi penumpang rutin.
“Dengan harga berlangganan, tentunya tiap bulan akan lebih murah dibandingkan dengan tarif harian,” tutur Deddy.
Usulan DTKJ Beri Diskon 20 Persen
Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Sugihardjo sebelumnya mengusulkan tarif langganan bus Transjakarta sebesar Rp200.000 per bulan.
Usulan tersebut bertujuan agar biaya transportasi pekerja yang menggunakan angkutan umum setiap hari menjadi lebih terjangkau.
“Kita mendorong tarif langganan, kan di luar negeri banyak tuh langganan,” ungkap Sugihardjo.
Skema langganan itu diajukan bersamaan dengan rencana penyesuaian tarif reguler menjadi Rp5.000. Tarif tersebut berlaku untuk layanan BRT, non-BRT, dan Mikrotrans yang telah terintegrasi.
Baca juga: Dari Dicaci hingga Jadi Andalan Warga, Ini Cerita Awal Transjakarta
DTKJ mengusulkan diskon sebesar 20 persen bagi pengguna yang memilih paket langganan.
Dengan demikian, biaya bulanan menjadi Rp200.000 sehingga lebih ringan bagi pengguna rutin Transjakarta apabila tarif baru diterapkan.
Skema langganan tersebut diharapkan menjadi solusi untuk menjaga keterjangkauan biaya transportasi sekaligus mengurangi beban pengguna harian Transjakarta jika penyesuaian tarif resmi diberlakukan. (*)
Editor: Galih Pratama


