Poin Penting
- IHSG diperkirakan bergerak terbatas pada rentang 6.000-6.250.
- Tekanan jual mulai mereda setelah muncul pola spinning bottom.
- Sikap The Fed dan pelemahan rupiah masih menjadi sentimen utama pasar.
Jakarta – Investment Specialist Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Ahmad Faris Mu’tashim, mencermati Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Kamis (30/7), secara teknikal diperkirakan bakal melemah terbatas.
“IHSG kami proyeksikan bergerak terbatas dalam rentang 6.000-6.250,” tulis Research Team Phintraco Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026.
Baca juga: IHSG Terancam ke 5.600? Begini Proyeksi Analis hingga Akhir Pekan
Secara teknikal, IHSG hari ini diproyeksikan masih berada dalam fase tekanan, meski pergerakannya diperkirakan lebih terbatas seiring mulai meredanya tekanan jual.
Pada perdagangan Rabu (29/7), IHSG ditutup melemah 0,64 persen ke level 6.091,38. Pelemahan tersebut dipengaruhi minimnya katalis domestik serta risiko nilai tukar rupiah yang masih bertahan di kisaran psikologis Rp18.000 per dolar AS.
“Pergerakan kemarin ditutup dengan pola candlestick spinning bottom, yang mengindikasikan adanya buyback dari sisi buyer,” imbuhnya.
Baca juga: IHSG Berakhir di Zona Merah ke Posisi 6.091
Dari pasar global, indeks utama bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tajam setelah bank sentral AS, The Fed, memutuskan mempertahankan suku bunga acuan melalui hasil pemungutan suara Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dengan komposisi 9 banding 3.
Pada pertemuan tersebut, The Fed kembali menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50-3,75 persen. Bank sentral AS juga menegaskan bahwa arah kebijakan moneter selanjutnya akan tetap bergantung pada perkembangan data ekonomi, sembari berkomitmen mengembalikan inflasi ke target 2 persen.
Baca juga: The Fed Tahan Suku Bunga, Sinyal Hawkish Kian Menguat
Seiring keputusan tersebut, pelaku pasar global masih berekspektasi The Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan September mendatang. (*)
Editor: Yulian Saputra


