Poin Penting
- IHSG pada 21 April 2026 ditutup melemah 0,46 persen ke level 7.559,38, dengan tekanan salah satunya berasal dari sentimen review indeks MSCI Mei 2026
- Meski indeks utama dan seluruh indeks domestik kompak turun, mayoritas sektor justru menguat, dipimpin sektor industrial, bahan baku, dan transportasi
- Aktivitas perdagangan mencapai Rp18 triliun dengan 43,54 miliar saham ditransaksikan; saham KOTA, BDMN, dan SSIA menjadi top gainers, sementara DSSA, BREN, dan MORA masuk top losers.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini 21 April 2026 ditutup bertahan pada zona merah ke posisi 7.559,38 atau melemah 0,46 persen dari level 7.594,11.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 264 saham terkoreksi, 386 saham menguat, dan 168 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 43,54 miliar saham diperdagangkan dengan 2,70 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp18,00 triliun.
Lalu, seluruh indeks dalam negeri juga bergerak turun. Rinciannya, IDX30 -0,21 persen jadi 400,67, JII -1,48 persen menjadi 519,69, LQ45 -1,61 persen ke 743,67, dan Sri-Kehati -0,19 persen ke 348,70.
Meski begitu, mayoritas sektor terpantau masih mampu menguat, dengan sektor industrial naik 2,58 persen, sektor bahan baku meningkat 2,33 persen, sektor transportasi menguat 1,61 persen, sektor siklikal naik 1,54 persen, sektor teknologi meningkat 1,10 persen.
Selanjutnya, sektor properti menguat 1,05 persen, sektor non-siklikal naik 0,62 persen, sektor keuangan meningkat 0,52 persen, dan sektor kesehatan menguat 0,15 persen.
Sementara itu dua sektor sisanya mengalami koreksi, di antaranya sektor energi merosot 1,02 persen dan sektor infrastruktur melemah 0,07 persen.
Salah satu sentimen yang dinilai memengaruhi pelemahan IHSG adalah pengumuman review indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk periode Mei 2026.
Saham Top Gainers dan Losers
Sementara pada perdagangan saham hari ini, ada sederet saham top gainers di antaranya adalah PT DMS Propertindo Tbk (KOTA), PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), dan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA).
Sedangkan saham top losers adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT DMS Propertindo Tbk (KOTA), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU). (*)
Editor: Galih Pratama







