Poin Penting
- Bank Mandiri mencatat laba bersih Rp15,4 triliun pada kuartal I 2026, tumbuh 16,6 persen yoy, ditopang ekspansi kredit yang naik 17,4 persen menjadi Rp1.530 triliun
- Dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri tumbuh 21,1 persen yoy menjadi Rp1.675,22 triliun, mencerminkan kepercayaan nasabah dan likuiditas yang terjaga
- Kualitas aset tetap terjaga dengan NPL rendah 0,98 persen, ROE tinggi 22,1 persen, dan CAR kuat 19,7 persen, mendukung ekspansi berkelanjutan.
Jakarta – PT Bank Mandiri Tbk melanjutkan tren kinerja positif pada kuartal I 2026 dengan membukukan laba bersih secara konsolidasi Rp15,4 triliun. Angka ini tumbuh 16,6 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Perolehan laba tersebut ditopang oleh penyaluran kredit yang sebesar Rp1.530 triliun atau tumbuh 17,4 persen yoy.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, pertumbuhan kredit tersebut difokuskan untuk dapat mendorong aktivitas ekonomi riil, khususnya pada sektor produktif dan padat karya. Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit UMKM yang mencapai 5,27 persen yoy.
“Angak tersebut jauh lebih baik apabila dibandingkan dengan pertumbuhan kredit UMKM di industri perbankan yang masih melanjutkan kontraksi,” kata Riduan dalam konferensi pers kinerja kuartal I 2026, Selasa 21 April 2026.
Baca juga: Bank Mandiri Salurkan Kredit Infrastuktur Capai Rp491,63 Triliun hingga Februari 2026
Dari sisi penghimpunan dana, Bank Mandiri berhasil mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 21,1 persen yoy atau mencapai Rp1.675,22 triliun.
“Hal ini turut menunjukkan bahwa Bank Mandiri mampu menjaga kepercayaan nasabah dengan baik, sehingga dapat menghasilkan pengelolaan likuiditas yang stabil dan berkelanjutan,” jelasnya.
Riduan menyebutkan, pertumbuhan Bank Mandiri yang sangat baik tersebut diiringi dengan pengelolaan kualitas aset yang disiplin. Ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di level 0,98 persen di Maret 2026, jauh di bawah rata-rata industri perbankan.
Baca juga: Mandiri Institute: Kelas Menengah Jadi Penggerak Konsumsi di Ramadan dan Lebaran 2026
Selain itu, return on equity (ROE) Bank Mandiri tercatat solid di angka 22,1 persen. Didukung oleh struktur permodalannya kuat dengan capital adequacy ratio (CAR) di level 19,7 persen yang memberikan ruang yang memadai untuk ekspansi ke depan.
Menutup kuartal I 2026, Bank Mandiri mencatatkan aset tembus Rp2.254,42 triliun, melesat 17, 4 persen yoy. (*)
Editor: Galih Pratama








