Poin Penting
- Industri beralih dari tape backup ke sistem perlindungan data yang lebih terintegrasi dan otomatis
- Teknologi AI dan machine learning memperkuat deteksi ancaman serta mempercepat pemulihan data
- Platform backup terintegrasi mampu memangkas biaya sekaligus meningkatkan ketahanan operasional perusahaan.
Jakarta – Transformasi digital yang semakin masif membuat volume data perusahaan terus meningkat. Di sisi lain, ancaman serangan siber seperti ransomware hingga gangguan operasional akibat kegagalan sistem mendorong industri mengubah strategi perlindungan data.
Pelaku usaha kini mulai meninggalkan pendekatan backup konvensional yang mengandalkan media fisik menuju sistem perlindungan data yang lebih terintegrasi, otomatis, dan mudah dikelola.
Tren tersebut menjadi salah satu perubahan penting dalam industri teknologi informasi. Perusahaan tidak lagi hanya berfokus pada kapasitas penyimpanan data, tetapi juga pada kemampuan menjaga keberlangsungan bisnis (business continuity) melalui proses backup dan pemulihan (recovery) yang lebih cepat ketika terjadi insiden.
Executive Vice President of the Data Protection Group Synology, Jia-Yu Liu, mengatakan kebutuhan perusahaan saat ini bukan sekadar solusi backup, melainkan platform perlindungan data yang mampu berkembang seiring pertumbuhan bisnis tanpa meningkatkan kompleksitas maupun biaya operasional.
“Bisnis saat ini menghadapi kesulitan dalam menemukan solusi perlindungan data yang dapat berkembang sesuai kebutuhan tanpa menambah biaya dan kompleksitas,” ujar Jia-Yu Liu dikutip 29 Juli 2026.
Baca juga: Adopsi AI di Sektor Keuangan Meningkat, Kepatuhan Regulasi Jadi Tantangan Baru
Perkembangan teknologi juga mendorong industri menuju platform backup yang mampu melindungi berbagai lingkungan kerja, mulai dari infrastruktur fisik, virtual, cloud, hingga layanan Software as a Service (SaaS). Pendekatan ini dinilai semakin relevan karena banyak perusahaan mengoperasikan sistem TI secara hybrid di berbagai lokasi.
Selain itu, kemampuan deteksi ancaman berbasis kecerdasan buatan (AI) dan machine learning mulai menjadi standar baru dalam industri perlindungan data. Teknologi tersebut memungkinkan sistem mengidentifikasi anomali selama proses backup serta melakukan pemindaian malware sebelum data dipulihkan ke lingkungan produksi.
Di sisi lain, penggunaan tape backup yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari strategi penyimpanan data jangka panjang mulai menghadapi tantangan. Meski masih menawarkan isolasi fisik, pengelolaan media tape membutuhkan proses manual, mulai dari rotasi, penyimpanan, hingga pengambilan kembali saat proses pemulihan dilakukan.
Kondisi tersebut dinilai kurang efisien seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap waktu pemulihan yang semakin singkat.
Karena itu, industri mulai mengadopsi pendekatan modern yang mengintegrasikan pengelolaan backup, perlindungan data immutable, serta teknologi air gap dalam satu platform.
Model ini memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap kondisi perlindungan data sekaligus mempercepat proses pemulihan ketika terjadi gangguan operasional.
Baca juga: Pemerintah Rayu China Garap Data Center RI, Potensi Pasarnya Fantastis
Efisiensi Biaya
Implementasi strategi tersebut juga mulai menunjukkan dampak terhadap efisiensi biaya. Salah satu contohnya adalah Toyota Motor Vietnam yang berhasil memangkas biaya backup hingga 75 persen setelah beralih dari sistem tape backup menuju platform perlindungan data yang terintegrasi.
Selain mengurangi beban operasional tim TI, transformasi tersebut juga mempercepat proses pemulihan sistem dan meningkatkan ketahanan perusahaan terhadap ancaman siber.
Sementara menjawab kebutuhan tersebut, Synology memperluas portofolio perlindungan datanya melalui DP5200, perangkat ActiveProtect berukuran ringkas 1U yang dirancang untuk bisnis yang sedang berkembang, kantor cabang, atai lokasi operasional jarak jauh.
DP5200 menawarkan kapasitas raw hingga 36 TB serta menggabungkan perangkat keras backup dengan sistem operasi, ActiveProtect Manager, dalam satu solusi terpadu.
Solusi inimemungkinkan perusahaan melindungi beragam workload, mengelola lingkungan backup yang tersebar secara terpusat, serta meningkatkan kesiapan pemulihan data tanpa menambah kompleksitas operasional.
“DP5200 kami rancang sebagai solusi terpadu yang hemat ruang dan mudah diimplementasikan di kantor cabang, lokasi operasional jarak jauh, maupun pusat data, sekaligus memberikan nilai investasi yang optimal,” ujar Jia-Yu Liu. (*)

