Poin Penting
- Tech winter masih membayangi industri modal ventura, membuat VCC semakin selektif dalam menyalurkan pembiayaan kepada perusahaan rintisan
- Modal ventura mulai mengubah strategi dengan memperluas pembiayaan ke pasangan usaha dan debitur di sektor riil sebagai upaya beradaptasi dengan kondisi pasar
- Di tengah tekanan tech winter, industri tetap tumbuh positif, dengan pembiayaan modal ventura Mei 2026 mencapai Rp16,36 triliun atau naik 0,09 persen secara tahunan.
Jakarta – Fenomena penurunan minat dan investasi atau tech winter masih membayangi industri modal ventura di Tanah Air.
Kondisi ini menyebabkan perusahaan modal ventura, terutama venture capital corporation (VCC), lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan.
“Tech winter masih menjadi perhatian dalam industri modal ventura, khususnya venture capital corporation (VCC), yang cenderung lebih selektif dalam melakukan penyaluran,” ujar Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, dalam keterangannya, dikutip Senin, 31 Agustus 2026.
Agusman mengungkapkan, sikap selektif tersebut menjadi bagian dari penyesuaian industri terhadap kondisi pasar saat ini.
Selain mengandalkan pembiayaan kepada perusahaan startup, kata Agusman, perusahaan modal ventura mulai mencari ruang pertumbuhan di sektor lain.
OJK mencatat industri modal ventura mulai melakukan penyesuaian strategi dengan memperluas kegiatan usaha kepada pasangan usaha dan debitur yang bergerak di sektor riil.
Baca juga: Modal Ventura ke Fintech Makin Selektif, Ini Penjelasan OJK
“Di sisi lain, industri modal ventura mulai melakukan penyesuaian strategi, antara lain dengan memperluas kegiatan usaha kepada pasangan usaha dan/atau debitur yang bergerak di sektor riil sebagai bagian dari upaya adaptasi terhadap kondisi pasar,” tandasnya.
Perfoma Impresif
Di tengah kondisi tech winter yang membuat investor memperketat seleksi investasi, kinerja industri modal ventura Indonesia masih menunjukan performa yang impresif.
Hal ini tercermin dari pembiayaan modal ventura pada Mei 2026 tumbuh sebesar 0,09 persen yoy, dengan nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp16,36 triliun.
Sebelumnya, Agusman juga menyampaikan bahwa industri modal ventura pada 2026 berpotensi tumbuh positif meskipun terbatas. Peluang Pertumbuhan antara lain berasal dari fokus pembiayaan pada startup yang telah profitable, ekspansi ke sektor hilirisasi, dan peningkatan investasi berbasis syariah.
“Industri ini perlu mewaspadai tekanan akibat tech winter, dinamika perekonomian, dan keterbatasan sumber pendanaan,” imbuhnya (*).
Editor: Galih Pratama


