Poin Penting
- Kredit properti Juli 2026 tumbuh 18,4 persen yoy menjadi Rp1.718,6 triliun, meningkat dibandingkan pertumbuhan Juni sebesar 17,6 persen yoy
- Kredit konstruksi melonjak 49,7 persen yoy menjadi Rp583,6 triliun, sementara kredit real estate tumbuh 16 persen yoy
- Total kredit perbankan tumbuh 13 persen yoy menjadi Rp8.970,2 triliun, didorong akselerasi Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi, terutama ke sektor konstruksi.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit properti pada Juli 2026 mencapai Rp1.718,6 triliun atau tumbuh 18,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan ini meningkat dibandingkan Juni 2026 yang tercatat sebesar 17,6 persen (yoy).
Berdasarkan Analisis Perkembangan Uang Beredar yang diterbitkan BI, pertumbuhan kredit properti ditopang oleh kredit konstruksi dan real estat.
Secara rinci, kredit properti segmen konstruksi mengalami lonjakan pertumbuhan 49,7 persen (yoy) pada Juli 2026 menjadi Rp583,6 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dibanding Juni 2026 yang tumbuh 47,1 persen (yoy).
Baca juga: Kontribusi ke PDB Capai 14 Persen, Begini Langkah Pemerintah Perkuat Sektor Properti
Kemudian, kredit real estate tumbuh sebesar 16 persen (yoy) menjadi Rp279,2 triliun. Ini juga meningkat jika dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 14 persen (yoy).
Sementara, kredit properti KPR dan KPA tumbuh sebesar 4,3 persen (yoy) menjadi Rp855,9 triliun, melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 4,4 persen (yoy).
Secara keseluruhan, pertumbuhan kredit yang disalurkan oleh perbankan pada Juli 2026 terakselerasi . Penyaluran kredit pada Juli 2026 tercatat sebesar Rp8. 970,2 triliun atau tumbuh sebesar 13,0 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan Juni 2026 sebesar 12,1 persen (yoy).
Peningkatan penyaluran kredit didorong oleh kenaikan penyaluran kredit kepada debitur korporasi dan perorangan masing-masing sebesar 20,9 persen (yoy) dan 3,6 persen (yoy) dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 19,3 persen (yoy) dan 3,5 persen (yoy).
Berdasarkan jenis penggunaan, peningkatan kredit terutama dalam bentuk Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI).
KMK pada Juli 2026 tumbuh sebesar 11,6 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 9,6 persen (yoy).
Baca juga: Konsumen Makin Kritis, Industri Properti Didorong Perkuat Ekosistem Terintegrasi
Peningkatan KMK pada Juli 2026 antara lain didorong oleh penyaluran kredit pada sektor listrik gas, dan air bersih, industri pengolahan, serta Konstruksi.
Kredit Investasi (KI) pada Juli 2026 tumbuh sebesar 23,1 persen (yoy), terakselerasi dari bulan sebelumnya yang tumbuh 22,5 persen (yoy). Peningkatan ini terutama didorong oleh penyaluran kredit pada sektor konstruksi dan jasa-jasa. (*)
Editor: Galih Pratama


