Poin Penting:
- Danantara Housing Expo 2026 hanya membukukan nilai proyek Rp2 triliun.
- Realisasi tersebut masih jauh dari target transaksi sebesar Rp6 triliun hingga Rp10 triliun.
- Expo menghadirkan lebih dari 130 pengembang dengan ratusan ribu pilihan hunian.
Jakarta – Danantara harus menerima kenyataan pahit dari penyelenggaraan pameran perdananya. Danantara Housing Expo 2026 hanya membukukan nilai proyek Rp2 triliun, jauh di bawah target Rp6 triliun hingga Rp10 triliun.
Pameran tersebut berlangsung selama empat hari pada 27-30 Agustus 2026, di NICE, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, Banten.
Capaian transaksi itu diperoleh setelah pameran menarik sekitar 10.000 pengunjung setiap hari. Tingginya kunjungan menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap hunian masih sangat besar.
Baca juga: Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan 100 Ribu Unit Hunian, KPR Mulai 2,75 Persen
Danantara Housing Expo 2026 Hanya Capai Sepertiga Target
Sebelum pameran berlangsung, Danantara Indonesia menargetkan transaksi akad mencapai Rp6 triliun hingga Rp10 triliun. Target tersebut dipatok untuk seluruh transaksi selama empat hari penyelenggaraan.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, sebelumnya menyampaikan target tersebut kepada wartawan. Ia berharap pameran mampu menciptakan transaksi dalam skala besar.
“Target transaksi kita kurang lebih, kalo kita targetkan tentu paling tidak itu sampai Rp6 hingga Rp10 triliun, yang kita harapkan,” ujar Dony dikutip Antara, Senin (31/8).
Realisasi Rp2 triliun tersebut menunjukkan capaian hanya sekitar sepertiga dari target terendah. Jarak tersebut menjadi catatan penting dalam penyelenggaraan pameran perdana Danantara.
Meski transaksi belum sesuai ekspektasi, jumlah pengunjung menunjukkan respons positif masyarakat. Sekitar 10.000 orang mendatangi pameran setiap harinya.
“Danantara Housing Expo dikunjungi kurang lebih 10.000 orang setiap harinya. Antusiasme ini menunjukkan tingginya minat dan kebutuhan masyarakat atas sebuah ekosistem yang menyediakan berbagai pilihan rumah dan promo pembayaran dalam satu lokasi, yaitu DHE 2026. Melalui DHE 2026, masyarakat dapat membandingkan beragam pilihan hunian dan solusi pembiayaan secara lebih mudah,” ujar Dony.
Pilihan Properti Capai Ratusan Ribu Unit
Danantara Housing Expo 2026 mempertemukan lebih dari 130 pengembang BUMN dan swasta. Para pengembang tersebut menawarkan hunian untuk berbagai kelompok masyarakat.
Pilihan properti mencakup rumah subsidi, rumah tapak, apartemen, hingga hunian premium. Secara keseluruhan, tersedia lebih dari 360.000 pilihan unit dalam pameran.
Hunian tersebut dibagi berdasarkan kebutuhan konsumen melalui tiga zona. Zona itu meliputi First Home, Family Home, dan Premium Living.
Khusus pengembang BUMN, sebanyak 12 perusahaan menawarkan 16.559 unit hunian. Properti tersebut berasal dari 98 proyek yang tersebar di 23 provinsi.
Nilai inventori properti BUMN tersebut mencapai Rp9,79 triliun. Sebanyak 6.611 unit di antaranya ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Sementara itu, 9.948 unit lainnya merupakan hunian non-MBR. Komposisi tersebut menunjukkan luasnya segmen konsumen yang dibidik pameran.
Selain pilihan properti, pengunjung dapat memperoleh informasi pembiayaan. Konsultasi juga tersedia untuk kebutuhan asuransi dan teknologi konstruksi.
KPR Tenor 40 Tahun Jadi Andalan
Untuk memperluas akses kepemilikan rumah, Danantara menggandeng Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kerja sama tersebut menghadirkan skema pembiayaan dengan uang muka mulai 1 persen.
Danantara juga menawarkan KPR dengan tenor hingga 40 tahun bagi MBR. Skema tersebut dirancang untuk menekan besaran cicilan bulanan.
“Kesempatan orang untuk mendapatkan rumah lebih panjang, lebih luas. Kalau tenor 40 tahun kan cicilannya jadi kecil. Ini tentu sangat bermanfaat untuk semua orang,” ujar Dony.
Pameran juga menghadirkan akad KPR massal bersama Himbara dan sejumlah pengembang. Agenda tersebut melibatkan 200 calon pemilik rumah.
Rangkaian acara turut diisi edukasi kepemilikan rumah dan program apresiasi. Pengunjung juga mendapat hiburan melalui tenant kuliner dan penampilan musisi Indonesia.
Besarnya kebutuhan hunian terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS). Pada Maret 2026, sekitar 9,29 juta rumah tangga belum memiliki rumah.
Selain itu, sekitar 18 juta rumah tangga masih menempati hunian yang belum memenuhi standar kelayakan. Angka tersebut menunjukkan pasar perumahan masih menyimpan kebutuhan yang sangat besar.
Dony menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci memperluas akses hunian. Menurutnya, sinergi tersebut juga mendukung Program Tiga Juta Rumah pemerintah.
“Capaian ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap DHE sekaligus memperlihatkan bahwa kolaborasi antara pengembang, perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan mampu memperluas akses masyarakat terhadap hunian. Ke depan, kami berharap DHE dapat hadir dengan skala yang lebih besar dan melibatkan ekosistem yang semakin luas untuk mendukung Program Tiga Juta Rumah,” ujar Dony.
Baca juga: BTN Tampil Paling Moncer di Danantara Housing Expo 2026
Sementara, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait turut mengapresiasi pelaksanaan pameran tersebut. Ia menilai DHE memperkuat kolaborasi pemerintah dengan sektor perumahan.
“Danantara Housing Expo memberikan kontribusi nyata dalam mendukung Program Tiga Juta Rumah melalui kolaborasi ekosistem yang lengkap dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Kami juga mengapresiasi penyelenggaraan acara ini yang dikelola secara profesional dan berkualitas. Jika penyelenggaraan perdana saja mampu menunjukkan hasil yang sangat baik, kami optimistis ke depan DHE dapat berkembang lebih besar dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” ujar Maruarar.
Danantara Indonesia berencana memperluas skala penyelenggaraan pameran berikutnya. Konsepnya akan diarahkan menjadi one-stop housing expo dengan ekosistem yang semakin lengkap.
Namun, capaian Rp2 triliun menjadi pekerjaan rumah bagi penyelenggaraan selanjutnya. Danantara Housing Expo 2026 perlu mengubah tingginya minat pengunjung menjadi transaksi yang lebih mendekati target. (*)


