Poin Penting
- AS masih menjadi pemilik cadangan emas terbesar dunia dengan 8.133 ton, jauh di atas Jerman, Italia, dan Prancis
- Emas tetap menjadi aset strategis bank sentral, meski tidak memberikan imbal hasil atau arus kas secara berkala
- Cadangan emas Indonesia masih relatif rendah, sekitar 78,6 ton atau hanya 1–2% dari total cadangan negara dan berada di peringkat ke-45 dunia.
Jakarta – Amerika Serikat (AS) masih memimpin sebagai negara dengan cadangan emas terbesar di dunia. Posisi tersebut jauh melampaui negara lainnya seperti Jerman, Italy hingga Perancis.
Data tersebut diungkapkan oleh Group Head of Operations Syailendra Capital, Syanne Gracetinne Polii, dalam pemaparannya mengenai prospek investasi emas.
“Data dari 10 negara yang memiliki cadangan emas terbesar, AS jadi negara yang memiliki cadangan emas terbanyak yakni 8.100 ton, setara dengan 80% dari total reserve-nya AS,” ujar Syanne, di Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.
Selain AS, sejumlah negara Eropa juga memiliki cadangan emas besar terhadap total cadangan negaranya, yakni Jerman dan Italia dengan cadangan emas masing-masing yakni 3.352 ton dan 2.452 ton.
Baca juga: Syailendra Capital Proyeksi Harga Emas Masih Volatil hingga Akhir 2026
“Begitu juga dengan Jerman dan Itali, ini more or less sekitar 78 persen,” jelasnya.
Menurut Syanne, emas tetap menjadi aset strategis yang disimpan oleh banyak negara meskipun tak menghasilkan yield atau arus kas secara berkala.
“Sekalipun sifatnya itu tidak memberikan flow bulanan, cash flow bulanan dan lain sebagainya, tetap menjadi aset strategis yang dimiliki oleh banyak negara,” bebernya.
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar
- Amerika Serikat: 8.133 ton
- German: 3.352 ton
- Italy: 2.452 ton
- Prancis: 2.437 ton
- Rusia: 2.333 ton
- China: 2.264 ton
- Swis: 1.040 ton
- India: 880 ton
- Jepang: 845 ton
- Turki: 800 ton
Cadangan Emas Indonesia Masih Rendah
Syanne mengungkapkan, porsi emas dalam total cadangan negara yang dimiliki Indonesia masih sekitar 1-2 persen, atau sekitar 78,6 ton dan berada di peringkat 45.
Baca juga: Harga Emas Terkoreksi 26 Persen pada 2026, Ini Penyebabnya
“Kalau ditanya cadangan emas kita banyak atau nggak, ya mungkin secara jumlah emas terhadap total cadangan negara masih di sekitar 1-2 persenan. Jadi masih sangat rendah,” terangnya.
Rendahnya porsi emas dalam cadangan Indonesia tidak terlepas dari karakteristik Indonesia sebagai negara yang kaya akan komoditas.
Indonesia kata dia, memiliki sejumlah komoditas unggulan, antara lain nikel, minyak sawit mentah atau CPO, batu bara, dan bauksit. Kondisi ini menjadikan Indonesia memiliki sumber penerimaan lain ketika harga komoditas global mengalami kenaikan.
“Jadi sekalipun kita tidak meraih atau mendapatkan momentum dari reli harga emas, kita dapat reli dari harga komoditas lain dan itu sangat membantu juga pendapatan negara,” tandasnya. (*)
Editor: Galih Pratama


