Poin Penting
- Harga emas terkoreksi 26 persen sepanjang Januari-Juni 2026, menjadi koreksi terdalam dalam satu dekade terakhir.
- Perubahan aturan leverage, aksi ambil untung, dan gejolak geopolitik menjadi sejumlah faktor yang menekan harga emas.
- Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS pada 31 Agustus 2026 berada di kisaran Rp2,61 juta-Rp2,71 juta per gram.
Jakarta — Harga emas mengalami koreksi hingga 26 persen sepanjang Januari-Juni 2026. Koreksi ini menjadi yang terdalam dalam satu dekade terakhir.
Group Head of Operations Syailendra Capital, Syanne Gracetinne Polii, mengatakan pelemahan harga emas dipengaruhi kombinasi perubahan aturan leverage, aksi ambil untung investor, hingga gejolak geopolitik.
“Harga emas di 2026 dari bulan Januari sampai Juni terkoreksi 26 persen. Koreksi ini adalah koreksi yang terbesar dibandingkan dengan koreksi emas pada tahun-tahun sebelumnya,” ujar Syanne, dalam acara Syailendra Media Talks, di Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.
Syanne menjelaskan, koreksi harga emas tidak disebabkan oleh satu faktor. Salah satunya adalah reli harga emas yang berlangsung cukup cepat sepanjang 2025.
Kenaikan tersebut mendorong sebagian investor menggunakan dana pinjaman atau leverage untuk meningkatkan eksposur terhadap emas.
“Jadi kalau dilihat reli emas yang lumayan ngebut itu kejadiannya sepanjang 2025. Jadi secara tahunan itu lumayan cepat secara reli. Dan itu mendorong beberapa investor menggunakan yang namanya leverage,” jelasnya.
Baca juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini (31/8): Antam, Galeri24 hingga UBS Stabil
Menurut Syanne, perubahan aturan terkait leverage pada awal 2026 turut mengubah perilaku investor emas. Skema biaya yang sebelumnya menggunakan fixed cost berubah menjadi persentase dari nilai kontrak yang dipasang investor.
Perubahan tersebut membuat penggunaan leverage menjadi lebih mahal. Kondisi itu kemudian mendorong sebagian investor menjual posisi emas.
“Dengan semua regulasi yang berubah, akhirnya orang merasa kalau pakai leverage mahal. Somehow mulai dijual dan itu menjadi salah satu pendorong koreksi emas,” bebernya.
Perang dan Harga Minyak Tekan Emas
Selain leverage, faktor lain yang memengaruhi koreksi emas adalah gejolak geopolitik dan lonjakan harga minyak dunia.
Dalam paparannya, Syanne mengaitkan periode koreksi emas dengan konflik Amerika Serikat dan Iran yang sempat mendorong harga minyak mendekati 120 dolar AS per barel.
Menurutnya, kenaikan harga minyak membuat bank sentral yang sebelumnya aktif membeli emas harus mengalokasikan perhatian dan sumber daya untuk menjaga kebutuhan energi.
Akibatnya, pembelian emas oleh bank sentral sempat tertahan ketika harga minyak dunia berada di kisaran 100-120 dolar AS per barel.
“Kita ingat banget karena waktu itu, beberapa equity fund kita quite heavy at commodity especially gold, kita melihat sangat mengamati harga gold itu koreksinya sampai ke bawah 4.000. Jadi sekitar 3.900 dolar per troy ounce,” bebernya.
Baca juga: Bank Emas Beri Nilai Tambah Ekonomi, Airlangga Ungkap Potensinya
Faktor lainnya adalah aksi ambil untung atau profit taking. Menurut Syanne, ketika terjadi gejolak di berbagai kelas aset, investor cenderung menjual aset yang masih memberikan keuntungan untuk mengamankan dana tunai.
“Jadi ketika melihat lumayan banyak pergolakan di aset, di mana aset yang selalu dijual terlebih dahulu adalah aset yang posisinya hijau atau belum terlalu minus untuk mengamankan atau raise cash gitu,” tandasnya.
Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS
Di sisi lain, harga tiga jenama emas, yakni Antam, Galeri24, dan UBS pada Senin (31/8) berada di kisaran Rp2.611.000-Rp2.711.000 per gram.
Berdasarkan laman Galeri24, harga emas Antam ukuran 1 gram berada di level Rp2.711.000. Harga tersebut tidak berubah dibandingkan perdagangan Minggu (30/8).
Harga emas Galeri24 dan UBS juga masih stabil. Emas Galeri24 ukuran 1 gram dibanderol Rp2.611.000, sedangkan emas UBS ukuran yang sama dijual Rp2.654.000 per gram.
Namun, jika dibandingkan dengan perdagangan Jumat (28/8), harga ketiganya mengalami penurunan. Harga emas Antam ukuran 1 gram sebelumnya berada di level Rp2.764.000.
Sementara itu, harga emas Galeri24 ukuran 1 gram mencapai Rp2.665.000 dan emas UBS dipatok Rp2.726.000 per gram. (*)
Editor: Yulian Saputra


