Poin Penting
- Halodoc fokus menjaga keberlanjutan bisnis di tengah fenomena tech winter yang masih berlangsung.
- Perusahaan memilih terus berinvestasi pada teknologi dan AI meski sudah memiliki peluang mencetak profit.
- AI mulai dimanfaatkan Halodoc untuk meningkatkan inovasi layanan dan efisiensi platform kesehatan digital.
Jakarta – Fenomena tech winter ternyata belum berakhir. Sejumlah perusahaan startup berguguran. Halodoc, platform layanan konsultasi kesehatan digital menyikapi hal itu dengan fokus pada keberlanjutan usaha dan terus berinvestasi pqda teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).
Pada 2026, Halodoc tidak hanya mengejar pertumbuhan melalui perluasan layanan kesehatan digital, tetapi juga memastikan model bisnis yang dijalankan tetap relevan dengan kebutuhan konsumen dan berkelanjutan secara ekonomi.
Chief Operating Officer Halodoc, Alfonsius Timboel, mengatakan perusahaan tidak ingin hanya mengejar pertumbuhan tanpa mempertimbangkan keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang.
“Salah satu fokus utama kami di 2026 tetap bagaimana membangun bisnis yang economically sustainable dan economically feasible,” kata Alfonsius dalam acara Media Gathering di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026 kemarin.
Baca juga: Biaya Penyakit Kritis Makin Mahal, Astra Life Luncurkan Proteksi Plus Refund Premi
Alfonsius menegaskan, tidak mungkin bagi Halodoc untuk berlomba membuat akses kesehatan semakin mudah tanpa menjaga keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang.
“Fokus kita juga bagaimana supaya ekonomi ini sustainable. Jadi kita tidak penting berlomba membuat akses kesehatan semakin mudah, tetapi hanya bisa bertahan satu tahun. Jadi fokus kita bagaimana semua layanan kita tetap berdiri. Kita juga harus terus melakukan investasi untuk berhasil di masa depan,” paparnya.
Alfonsius mengatakan, dengan bisnis model dan fokus pada bisnis yang ada sekarang ini, Halodoc sudah bisa profitable. Tapi Halodoc memilih pendekatan berbeda, yakni dengan terus berinvestasi pada teknologi.
Meski demikian, perusahaan mengaku tidak terburu-buru mengejar profitabilitas jangka pendek. Menurut Alfonsius perkembangan teknologi kesehatan digital terus berubah sehingga perusahaan perlu adaptif, menyesuaikan strategi investasi dan inovasi secara berkelanjutan.
“Dulu penyederhanaan layanan kesehatan dilakukan lewat aplikasi. Sekarang mulai bergeser dengan pemanfaatan AI,” imbuhnya.
Baca juga: Sederhanakan Benefit Kesehatan, Halodoc for Business Kurangi Beban Mitra Perusahaan
Maka itu, Halodoc sudah mulai mengadopsi implementasi AI untuk menopang inovasi layanan dan meningkatkan efisiensi platform kesehatan digital perusahaan.
AI Bikin Mudah?
Alfonsius mengungkapkan, penguatan teknologi dan infrastruktur menjadi bagian penting agar Halodoc lebih siap menghadapi inovasi layanan kesehatan digital di masa depan.
“Ini yang membuat kami terus berinovasi dan berinvestasi dalam infrastruktur agar lebih siap untuk pengembangan inovasi berikutnya,” pungkasnya. (*) Ari Astriawan


