Poin Penting
- Dana kelolaan tabungan haji BSI mencapai Rp15,65 triliun atau tumbuh 14,68 persen secara tahunan.
- Sebanyak 82,5 persen jemaah haji 2026 tercatat sebagai nasabah BSI.
- Tabungan haji menjadi salah satu penopang pertumbuhan DPK dan laba BSI pada kuartal I 2026.
Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI terus memperkuat posisinya sebagai pengelola tabungan haji terbesar di Indonesia. Pertumbuhan dana kelolaan tabungan haji dinilai menjadi salah satu penopang utama dana pihak ketiga (DPK) perseroan di tengah meningkatnya minat masyarakat untuk mempersiapkan ibadah haji sejak dini.
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna mengatakan BSI saat ini mendominasi pangsa pasar tabungan haji nasional. Berdasarkan data terbaru, sekitar 82,5 persen jemaah yang akan berangkat haji pada 2026 merupakan nasabah BSI.
“BSI mendominasi pangsa pasar tabungan haji di Indonesia. Alhamdulillah kami terus lakukan koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Kami juga didukung kemenhaj dan seluruh stakeholder haji,” ujar Anton, dalam konferensi pers Kinerja Triwulan I 2026 BSI, secara virtual, Selasa, 12 Mei 2026.
Baca juga: BSI Targetkan Tabungan Haji Tumbuh hingga 15 Persen di 2026
Ia menjelaskan, hingga saat ini total dana kelolaan tabungan haji BSI mencapai Rp15,65 triliun atau tumbuh 14,68 persen secara tahunan (year on year/yoy). Jumlah rekening haji yang dikelola perseroan juga telah mencapai 7,26 juta nasabah.
Menurut Anton, pertumbuhan tersebut turut didorong oleh transformasi layanan digital melalui aplikasi BYOND by BSI. Dari total nasabah haji, sekitar 2,56 juta di antaranya telah memanfaatkan layanan digital tersebut.
BSI optimistis tren pertumbuhan tabungan haji akan terus berlanjut hingga akhir tahun.
“Kami optimis dan menargetkan tabungan haji naik sekitar 12-15 persen tahun ini,” tambahnya.
BSI Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah
Untuk mencapai target tersebut, BSI menyiapkan sejumlah program, mulai dari kampanye Indonesia Berhaji hingga kerja sama dengan berbagai komunitas dan institusi untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah.
Baca juga: BSI-BAZNAS Hadirkan Layanan Digital DAM Haji dan Kurban
Sementara itu, Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan tabungan haji menjadi salah satu produk unggulan yang memperkuat basis pendanaan murah atau current account savings account (CASA) BSI.
Selain memiliki karakteristik dana yang stabil, tabungan haji juga dinilai memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang seiring tingginya animo masyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah haji.
Topang Pertumbuhan DPK dan Laba BSI
Kinerja tabungan haji tersebut sekaligus memperkuat struktur DPK BSI, khususnya dari dana murah berbasis tabungan.
“Salah satu penopang kenaikan laba BSI sebesar 17,1 persen menjadi Rp2,2 triliun pada kuartal I 2026 ini adalah pertumbuhan DPK BSI yang tertinggi di industri, dana murah juga tertinggi yang didukung semakin banyak nasabah pendaftar haji di BSI, termasuk generasi muda” tutur Anggoro. (*) Ayu Utami


