Jakarta–Rerata suku bunga kredit perbankan dalam denominasi rupiah diperkirakan mengalami penurunan pada triwulan I-2017, seiring dengan membaiknya biaya dana perbankan.
“Rata-rata suku bunga kredit modal kerja rupiah pada triwulan I-2017 diperkirakan turun 1 bps menjadi 12,51% per tahun,” tulis laporan survei perbankan Bank Indonesia.
(Baca juga: Suku Bunga Kredit Sudah Turun 0,70%)
Suku bunga kredit investasi turun 4 bps menjadi 12,77% per tahun dan suku bunga kredit konsumsi rupiah turun 6 bps menjadi 15,36% per tahun.
Untuk jenis kredit konsumsi, penurunan suku bunga kredit tertinggi diperkirakan terjadi pada kartu kredit sebesar 56 bps, kredit tanpa agunan turun 17 bps dan kredit multiguna turun 4 bps. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Rerata biaya yang dikeluarkan oleh bank atas dana nasabah atau biaya dana dalam rupiah pada triwulan I-2017 diperkirakan sebesar 6,33%, turun 16 bps dari triwulan sebelumnya. Sementara biaya dana yang dikeluarkan dalam proses pemberian kredit (cost of loanable fund) diperkirakan turun 15 bps menjadi sebesar 9,75%.
Sementara itu, kenaikan cost of loanable fund valuta asing pada triwulan I-2017 sebesar 3 bps menjadi 3,50% diperkirakan akan mendorong terjadinya kenaikan bunga kredit perbankan baik untuk kredit modal kerja, kredit investasi dan kredit konsumsi masing-masing sebesar 3 bps, 4 bps dan 2 bps. (*)
(Baca juga: OJK Siap Terbitkan Aturan Terkait Bank Sistemik)


