Poin Penting:
- Pemkab Bekasi menargetkan investasi 2026 mencapai Rp70 triliun dengan menjaga iklim usaha.
- Realisasi investasi saat ini telah mencapai Rp50 triliun di Kabupaten Bekasi.
- Pemkab Bekasi mengandalkan kondusivitas usaha dan hubungan industrial untuk menarik investor.
Jakarta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi memasang target investasi Rp70 triliun hingga akhir 2026. Pemerintah daerah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga minat investor sekaligus memperluas lapangan kerja.
Realisasi investasi saat ini telah mencapai Rp50 triliun. Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menilai target tambahan Rp20 triliun masih realistis.
“Sekarang nilai investasi yang sudah masuk di Kabupaten Bekasi Rp50 triliun. Saya punya target Rp70 triliun akan masuk ke Kabupaten Bekasi hingga akhir tahun ini,” kata Asep di Cikarang, Jawa Barat, dikutip Antara, Minggu (13/9).
Baca juga: PSEL Kota Bekasi Investasi Rp3 Triliun, Hasilkan Listrik untuk 55 Ribu Rumah Tangga
Bekasi Andalkan Kekuatan Industri
Target tersebut ditopang posisi Bekasi sebagai salah satu pusat industri terbesar Asia Tenggara. Tingginya aktivitas perusahaan menjadi modal penting untuk menarik investasi baru.
Saat ini terdapat 9.100 perusahaan yang beroperasi di 11 kawasan industri. Delapan kawasan di antaranya merupakan kawasan industri besar.
“Dan kalau sampai yang terkecil atau berdasarkan kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), tercatat ada 58.000 perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Bekasi,” katanya.
Besarnya basis perusahaan menjadi kekuatan ekonomi sekaligus daya tarik investasi. Pemerintah daerah ingin mempertahankan ekosistem usaha tersebut agar investasi terus mengalir.
Karena itu, Pemkab Bekasi menempatkan kondusivitas sebagai salah satu jurus mencapai target. Stabilitas daerah dinilai berkaitan langsung dengan keberlanjutan investasi.
“Keberlangsungan investasi harus betul-betul ditopang dengan menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Kalau Bekasi goyang, kita tidak tahu ibu kota seperti apa. Makanya benar-benar dijaga kondusif,” ucapnya.
Bekasi Jaga Hubungan Industrial
Selain stabilitas usaha, pemerintah daerah memperkuat hubungan antara pekerja dan pengusaha. Langkah ini dipandang penting untuk menjaga aktivitas bisnis tetap berjalan.
Pemkab Bekasi berkomitmen membangun hubungan industrial yang sehat dan berkeadilan. Pekerja juga ditempatkan sebagai mitra dalam menjaga pertumbuhan ekonomi.
“Hubungan industrial yang berkeadilan dan kondusivitas investasi sangat relevan dan menjadi komitmen bersama yang harus kita wujudkan. Buruh atau pekerja bukan sekadar faktor produksi, melainkan mitra strategis pembangunan ekonomi,” ucapnya.
Pemerintah daerah juga mengambil posisi sebagai fasilitator dalam berbagai persoalan ketenagakerjaan. Dialog dan perundingan konstruktif menjadi jalur penyelesaian yang dipilih.
Pendekatan tersebut diharapkan menjaga keseimbangan kepentingan pekerja dan perusahaan. Dengan begitu, aktivitas investasi dapat berlangsung tanpa gangguan hubungan industrial.
Baca juga: Danantara Dorong Investasi B2B, DBS: Ekosistem Bisnis Makin Jalan
Bekasi Siapkan Kemudahan Investor
Jurus berikutnya adalah memberikan kemudahan bagi investor yang ingin masuk. Pemerintah daerah juga membuka ruang bagi aspirasi pekerja melalui mekanisme perundingan.
Komitmen tersebut tetap mempertimbangkan kemampuan masing-masing perusahaan. Pemkab Bekasi ingin menjaga kepentingan pekerja tanpa mengganggu iklim investasi.
“Insya Allah saya akan tanda tangan apa yang diinginkan dan menjadi aspirasi rekan-rekan buruh, tentu saja melalui mekanisme perundingan serta tetap dalam batasan sesuai kemampuan perusahaan. Kami juga berupaya menjaga iklim investasi tetap kondusif, memberikan kemudahan bagi para investor yang ingin masuk Bekasi,” kata dia.
Dengan realisasi mencapai Rp50 triliun, pemerintah masih mengejar Rp20 triliun tambahan. Target Rp70 triliun akan bergantung pada kemampuan menjaga investasi dan iklim usaha di Bekasi. (*)
Editor: Galih Pratama


